Lille sukses mematahkan dominasi tim anak sultan Paris Saint Germain (PSG) yang belakangan lagi enak banget menguasai Ligue 1. Kemenangan 2-1 atas Angers memastikan mereka meraih tahta juara Ligue 1 musim ini.

Lille dari awal memang terus memimpin Ligue 1, jarang diganggu gugat. Sedangkan PSG menguntit di belakangnya dari posisi empat sampai ke posisi dua.

PSG lakukan strategi pepet terus jangan sampai lepas. Sayangnya masih lepas juga. Meski PSG meraih kemenangan, Lillenya menang juga. Luar biasa sekali ini Lille.

Padahal, tiga musim lalu Lille nyaris saja terdegradasi. Hanya terpaut satu poin dari garis kemiskinan. Namun sekarang, PSG yang sudah juara tiga kali berturut-turut atau tujuh kali juara dalam delapan tahun terakhir, mampu mereka kalahkan.

Sebelumnya, Monaco yang sukses mematahkan dominasi PSG yang sudah juara empat kali beruntun. Habis itu dipegang PSG lagi sampai tiga kali, barulah Lille mengkudetanya tanpa basa-basi.

Lille membuktikan bahwa kalau mau juara tidak bisa sekadar lewat uang. Memang kuncinya harus menang. Ya kalau tidak menang bagaimana bisa juara.

Jonathan David sukses membawa Lille unggul usai lolos dari jebakan betmen. Tak lama kemudian Burak Yilmaz yang lagi gacor musim ini menggandakannya lewat gosokan voucher.

Lille beberapa kali ditekan oleh Angers. Padahal Angers ini sudah tak punya kepentingan apa-apa di laga terakhir karena posisi mereka aman-aman saja di posisi ke-13. Namun entah kenapa ngotot mau bikin gol.

Untung saja Lille tidak tampil kocak. Andai mereka seri saja, jelas disalip oleh PSG yang hanya terpaut satu poin di belakangnya dan juga meraih kemenangan 2-0 atas Brest.

Di penghujung laga, Angelo Fulgini mencetak gol lewat sundulan kepala usai menemui bola yang datang dari udara. Namun, menit sudah menunjukkan 92, hanya bertahan beberapa detik saja buat Lille untuk memastikan gelar juara keempatnya.

Mengalahkan PSG di Ligue 1 luar biasa. Ibu, yang saat ini berada di pusat rehabilitasi, saya mengirimkan cinta untukmu. Ayah, yang ada di surga, ini untukmu,” kata Christophe Galtier, seperti dikutip Football5star dari Get Football News France, Senin (24/5/2021).

“Ini luar biasa. Luis Campos adalah arsitek tim ini. Saya tidak bisa memberitahu kalian betapa saya mencintai skuat ini. Saya sangat mencintai mereka,” sambungnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here