Kejutan terus terjadi di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Sehabis Mesir yang sudah 28 tahun akhirnya bisa tembus Piala Dunia, muncul Islandia yang mencatat sejarah lolos pertama kali ke Piala Dunia dengan status negara dengan jumlah populasi terkecil di dunia.

Sekarang, muncul nama Panama yang belakangan image-nya selalu kental dengan Panama Papers. Sebuah kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack Fonseca.

Jadi kalau orang sebut nama Panama, jika dulunya ingat Terusan Panama, kini pasti ingatnya Panama Papers. Bikin was-was petinggi-petinggi negara dan perusahaan saja.

Namun, nama Panama seharusnya sudah tak senegatif itu. Pasalnya, negara berpenduduk 4 juta jiwa yang hampir setara dengan penduduk di Provinsi Bali itu kini sudah mencatatkan namanya di Piala Dunia. Untuk pertama kalinya.

Ya, Panama secara tak terduga bisa mendapat Golden Ticket ke Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Kosta Rika 2-1. Mereka menyingkirkan Amerika Serikat (AS) yang juga tak terduga keok di markas Trinidad dan Tobago 1-2.

Tim yang pesepak bolanya tidak ada yang terkenal itu tertinggal lebih dulu dari tim tamu. Striker Kosta Rika bernama Johan Venegas sukses membobol gawang Panama yang dari dulu dikawal satu orang kiper.

Namun, Tuhan berada di pihak Panama. Sebuah gol “hantu” yang harusnya tidak gol dapat disahkan menjadi gol oleh wasit. Semoga saja tetap barokah meski tidak sah.

Berawal dari kemelut di depan gawang Kosta Rika lalu disundul pemain Panama yang berbaju merah. Bola lalu coba diteruskan Gabriel Torres tapi masih bisa ditahan segerombolan pemain Kosta Rika.

Lucunya, bola tidak melewati garis. Dari Indonesia saja kelihatan jelas bola tak melewati garis gawang. Boro-boro lewat, mungkin menyentuh garis saja cuma sedikit. Bahkan bolanya mengenai tangan si Gabriel. Setelah itu langsung disapu keluar oleh pemain Kosta Rika, entah siapa namanya.

Di sinilah Tuhan berkehendak. Mau dikata apa, kalau sudah bilang “terjadilah gol”, maka terjadilah. Wasit tahu-tahu menunjuk titik tengah tanda gol disahkan.

Meski sempat diprotes warga sekitar, tapi wasit tidak mau tahu. Dia tetap keukeuh pada pendiriannya. Toh, Kosta Rika juga sudah lolos jadi tidak berpengaruh amat dengan gol tersebut.

Skor 1-1 bikin Panama makin pede mampus. Serangan demi serangan dibangun demi sebuah nama di Piala Dunia.

 

Sampai akhirnya momen dramatis yang lebih seru dari cerita Setya Novanto pun tiba. Pada menit ke-87, sundulan seorang Panama yang tidak dikenal mampu dikejar oleh Roman Torres.

Tak perlu KPK alias Kontrol Pakai Kaki, bola langsung disikat oleh Torres bukan Fernando itu. Gol tercipta, gemuruh bersambut. Segenap warga Panama khususnya yang masih bernyawa langsung bergembira histeris.

Para pemain dan staf Panama turut menyeruak ke lapangan. Merayakan gol Torres yang sudah disahkan oleh wasit, kali ini benar-benar sah.

Momen kegembiraan kembali berlanjut saat pertandingan usai. Mereka tak percaya bisa lolos pertama kalinya ke Piala Dunia. Sebuah hal yang mantap jiwa, mantap parah, super mantap!

https://twitter.com/brfootball/status/918027328260886529

Meski berasal dari Kolombia, pelatih Hernan Dario Gomez, mengaku sudah cinta Panama gara-gara membawa mereka lolos Piala Dunia. Sebuah prestasi terbaiknya selama karier menjadi pelatih dan mungkin pemain.

“Saya bisa tempatkan Panama di hati saya. Saya sangat cinta Panama. Kami kerap menderita, tapi hari ini mereka memberikan semuanya dan membuat saya bangga dan bahagia. Tuhan telah memberikan kami sebuah komitmen untuk pergi ke Rusia. Kami juga turut simpatik dengan nasib Amerika Serikat,” katanya dikutip tvmax.

Kemenangan bersejarah ini juga didukung oleh pemerintah setempat. Mereka sampai mengeluarkan keputusan libur nasional dalam rangka keberhasilan timnasnya ke Piala Dunia. Gila banget!

Andai terjadi di Indonesia bagaimana kira-kira? Mungkinkah presiden kita nanti memutuskan hal yang sama? Lolos saja dulu, baru pikirin libur!

Main photo: @FIFAWorldCup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here