AC Milan berhasil menang dramatis banget lawan Lazio dalam lanjutan Seri A. Mereka menang 3-2 pada menit-menit akhir yang membuat mereka berhasil menutup jalur puncak pada liburan akhir tahun.

Milan sukses menutup jalur puncak karena Inter sempat menyalip di tikungan terakhir lantaran menang 2-1 atas Verona. Jadi dipastikan, puncak klasemen berhasil direbut Milan lagi dan bagi fans-fans selain Milan dilarang untuk masuk puncak baik dari arah Bogor maupun Cianjur.

Milan memang sempat unggul 2-0 terlebih dahulu lewat gol Ante Rebic dan Hakan Calhanoglu. Rebic berhasil menyundul bola hasil tendangan sudut Calhanoglu dengan akurat.

Padahal dia tidak pakai penggaris saat mau mengukur umpan Calhanoglu. Tapi bisa disundulnya dengan tepat.

Hanya berselang tujuh menit, Milan mendapat voucher yang tak dijual di Indomaret. Calhanoglu sukses mengonversinya jadi gol.

Milan memang beruntung, bola tendangan Rebic sebenarnya mengenai wajah Patric. Namun entah, wasit menganggapnya sebagai handball. Mungkin tangannya Patric sudah pindah ke wajah.

Menyadari kesalahannya, wasit pun memberikan voucher yang sama kepada Lazio. Pierre Kalulu ketahuan mendorong Joaquin Correa setelah dilihat dari CCTV.

Gigi Donnarumma sebenarnya mampu menepis tendangan penalti Ciro Immobile. Namun dia tampak keder setelah menepisnya. Malah kebingungan saat Luis Alberto menyambut bola liar tersebut dengan kepala.

Lazio kemudian menyamakan kedudukan di babak kedua lewat tendangan Immobile memanfaatkan umpan rendang Sergej Milinkovic-Savic. Skor 2-2 bertahan hingga menit ke-90.

Di sinilah muncul pahlawan super saiya bernama Theo Hernandez. Setelah dia menyelamatkan kekalahan Milan dari Parma, sekarang lagi-lagi jadi pahlawan kemenangan Milan dan menutup jalur puncak.

Theo berhasil menanduk bola dari sepak pojok pada menit ke-92. Lagi-lagi dari sepak pojok. Bahaya sekali ini Milan, tiap korner bisa bikin gol. Besok-besok Milan baiknya banyak-banyak bikin korner untuk bisa cetak gol.

Gol Theo bikin para pemain Milan berhamburan kegirangan. Apalagi Milanisti yang begitu bangga merayakannya sampai turun ke jalan. Rasanya sudah seperti Scudetto padahal baru 14 pertandingan.

Tapi ya enggak apa-apa. Namanya juga sudah lama tak memimpin klasemen. Sampai lupa rasanya.

“Meski bisa memimpin klasemen, kami masih tidak sempurna. Ada banyak hal yang perlu kami perbaiki. Kami tidak selalu bisa mendominasi permainan, itu normal, ketika kami tidak melakukannya, kami harus kompak dan menderita,” kata Pioli, mengutip dari Football Italia, Kamis (24/12/2020), disalin dari Okezone.

https://twitter.com/SempreMilanCom/status/1342017599010447362

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here