Robert Lewandowski kembali menunjukan gejala-gejala seorang cyborg sepak bola pada laga Champions kala Bayern Munchen jumpa Red Star Belgrade di Stadion Rajko Mitic. Empat gol diborong Lewy pada kemenangan telak 6-0 “Die Bayern” atas tuan rumah.

Kalau bukan cyborg, sudah pasti mutan dia. Mungkin saja Lewandowski ini salah satu murid di sekolahnya Prof X yang kabur dan menempukan passion di dunia sepak bola. Sampai kecanduan akhirnya gara-gara setelah mencetak gol ternyata terasa menyenangkan.

Bahaya sekali kalau sudah candu yang kelewatan seperti ini. Nanti kalau tidak bisa cetak gol, takutnya malah suka mencuri barang-barang rumah. Dari TV, speaker, sampai sapu ijuk juga mungkin dijual macam pecandu-pecandu kalau sudah wakas alias sakaw.

Lewandowski pun menjadi top skor sementara di Champions dengan total 10 gol. Sementara itu jika dihitung, ia sudah mencetak 27 gol dari 20 penampilan di semua kompetisi.

Bayern sendiri juga suka gragas kalau menjalani pertandingan liga Champions. Tidak ada rasa ibanya barang sedikit ke lawan. Dua kali sudah mereka mempermalukan tim lawan di kandangnya sendiri.

Sebelumnya Tottenham Hotspur yang menjadi korban. Saat itu Serge Gnabry yang ke-emyu-an alias kesetanan dengan mencetak empat gol pada kemenangan 7-2 di kandang Spurs.

Kini giliran Red Star yang jadi korban. Sepanjang laga benar-benar dikurung tim asal Serbia itu. Macam main setengah lapangan saja. Neuer benar-benar gabut nampaknya dengan hanya menerima satu tembakan tepat sasaran Red Star sepanjang laga.

Sementara itu Bayern membuat 29 peluang dengan 16 yang mengarah ke gawang Red Star.

Pada babak pertama sebenarnya skor masih normal-normal saja seperti pertandingan lainnya. Bayern hanya unggul satu gol melalui Leon Goretzka di menit ke-14.

Tapi dalam tempo 15 menit di babak kedua, Lewandowski menunjukan sisi-sisi ke-mutan-an dirinya dengan mencetak empat gol.

Sebelumnya Lewandowski juga sempat mencetak lima gol di ajang Bundesliga dalam waktu hanya sembilan menit saja. Benar-benar kelewatan candunya untuk mencetak gol. Dimulai dari menit ke-53, 60, 64, dan terakhir di menit ke-68. Sudah dipenuhi kebutuhan mencetak golnya, baru dia berhenti.

Namun Bayern kembali mencetak satu gol untuk menggenapkan kemenangan dengan setengah lusin gol alias 6-0 melalui Tolisso di menit ke-90.

“Semua itu karena betapa profesionalnya dia dan cara dia berlatih. Dia selalu melakukan sesi-sesi ekstra untuk memperbaiki kemampuannya,” ucap caretaker Bayern Hansi Flick dikutip Detik. “Dia sedang melaju kencang sekarang.”

https://twitter.com/official433/status/1199472463329005569?s=20

Main photo: @squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here