AS Roma gagal meraih kemenangan pada laga leg kedua Europa League yang digelar di Ghelcamo Arena. Bertandang ke markas, Gent, Roma diimbangi tuan rumah dengan skor 1-1.

Walaupun hanya bermain imbang, tapi Roma harusnya bisa senang. Sebab hasil akhir menyatakan mereka yang berhak lolos ke babak 16 besar.

Kalau tidak senang namanya kurang bersyukur soalnya. Macam manusia saja Roma kalau begitu padahal mereka serigala katanya.

Bukan karena ada orang dalam, apalagi karena kehendak bandar, tapi karena Roma memang unggul agregat atas tim tuan rumah.

Seperti diketahui bahwa pada laga leg pertama, tim asuhan Paulo Fonseca unggul dengan skor tipis 1-0. Jadi hasil imbang berapapun juga akan meloloskan mereka.

https://twitter.com/ASRomaData/status/1233177337669267457?s=20

Jalannya laga itu sendiri terasa cukup sulit bagi Roma. Total 23 tembakan yang diciptakan tuan rumah sepanjang laga. Sampai lelah menendang goal kick mungkin Pau Lopez karena seringnya gawangnya dibombardir.

Gol pembuka di laga itu pun diciptakan tuan rumah di menit ke-25 oleh Jonathan David. Menerima umpan silang dari sisi kanan, David mampu lolos dari penjagaan dua bek Roma sekaligus dari jebakan offside.

Lihai sekali dia macam bajilo a.k.a bajing loncat. Dari muka gawang David menyambutnya dengan tendangan first time yang tak mampu ditahan Lopez.

Tapi euforia hanya bertahan empat menit berselang setelah serangan balik Roma mampu menghasilkan gol penyama kedudukan oleh pemain muda, Justin Kluivert.

“Jangan lupa juga Gent tak terkalahkan di kandang di seluruh kompetisi musim ini. Mereka tim yang sangat mengandalkan fisik, bermain direct, dan sulit dihadapi di sini,” ujar Paulo Fonseca dikutip dari Detik.

“Tidaklah mudah menjalani laga semacam ini. Gent bermain baik, tapi kami menunjukkan kualitas di bawah tekanan,” tuntasnya.

Main photo: @asroma_en

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here