Buah kesabaran fans Emyu sepertinya mulai membuahkan hasil. Tim kesayangannya itu diam-diam sudah berada di posisi tiga besar. Padahal beberapa pekan lalu ada di posisi belasan, mesti scroll dulu kalau mau lihat papan klasemen.

Voila! Ternyata MU kini sudah di posisi tiga besar. Torehan itu diraih usai Manchester United membantai Leeds United dengan skor 6-2. MU benar-benar mengamuk, sepertinya ingin membalas kekalahan 1-6 oleh Tottenham beberapa waktu lalu.

Yang kasihan si Leeds. Tidak salah apa-apa, malah kena getahnya. Padahal yang ngebantai si MU ini adalah Tottenham.

MU membuka pembantaian ini saat laga baru berjalan dua menit. Operan biasa-biasa saja dari Bruno Fernandes langsung ditembak Scott McTominay meski bukan headshot.

Selang semenit saja, MU bisa tambah gol lagi. McTominay ketagihan mencetak gol, jadi dia mau lagi. Setelah menerima umpan asyik dari Anthony Martial, McTominay menceploskan bola ke gawang Leeds dengan tenang dan kalem.

Pada menit ke-20, Bruno Fernandes menambah keunggulan jadi tiga lewat sepakan hampir nabrak. Tak lama berselang giliran Victor Lindelof yang membobol gawang Leeds memanfaatkan sepak pojok.

Leeds sempat memperkecil ketinggalan lewat sundulan Liam Cooper hasil dari tendangan sudut. Namun segera dibalas lagi oleh Daniel James di babak kedua.

Usai menerima umpan dari McTominay, James melepaskan tendangan melalui kolong kaki kiper Illan Meslier yang tidak pakai sarung pada malam itu.

Bukan MU namanya kalau tak gesek voucher. Kemenangan belum lengkap tanpa voucher. Biar menang besar sekalipun, belum enak rasanya kalau tak dapat penalti. Seperti biasa Bruno yang ambil penalti dengan tingkah anehnya, menjadikan skor 6-1.

Leeds baru bisa memperkecil skor lagi hanya tiga menit dari gol penalti. Stuard Dallas membuat gol cukup indah meski tak seindah hasil akhirnya bagi Leeds.

Kami fantastis sejak menit pertama,” ungkap Solskjaer seperti disalin dari Detik.

“Kami memiliki sebuah rencana untuk mengejar mereka, maju ke depan ketika kami menguasai bola dan Scott McTominay mencetak dua gol dalam tiga menit pertama,” lanjutnya

“Bayangkan saja seandainya ada 75.000 orang di stadion, itu akan menjadi sejarah sebagai salah satu penampilan terbaik melawan Leeds. Kami mesti berlari sebanyak mereka, itu tantangannya. Skornya bisa saja 12-4! Memang jenis pertandingan seperti itu,” tambah manajer asal Norwegia itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here