Lazio akhirnya merasakan betapa sengsaranya menjadi Chelsea, Barcelona, Tottenham, Atletico Madrid, dan Arsenal. Jadi bulan-bulanan Bayern Muenchen untuk menyalurkan hobinya, yaitu membantai lawan.

Bayern memang gitu orangnya. Punya hobi enggak kira-kira. Enggak mau pikirin perasaan orang lain. Padahal hancur betul itu perasaan lawannya dijadikan tim lawan sparring begitu.

Tapi memang mau gimana lagi. Takdir memang tak bisa ditolak. Jodoh Lazio harus bertemu dengan Bayern. Kalau bisa pilih mah, Lazio pasti bakal pilih lawan yang lain.

Jadi sebelum bertanding, para pemain Lazio ini sudah berdoa sekuat tenaga. Minta agar kebobolannya tidak banyak-banyak amat.

Ternyata doanya tidak terlalu manjur. Mereka tetap dibantai 1-4. Tapi itu saja kalau tidak berdoa mungkin bisa dihajar 1-7 atau bahkan 2-8. At least, masih lebih baik dibanding Atletico, Tottenham, Arsenal, dan Barcelona.

Namun ada hikmah dibalik pembantaian ini. Lazio sepertinya di-invite di grup WA “Korban Bayern” yang sudah diisi Arsenal, Atletico, Tottenham, dan Barcelona.

https://twitter.com/TonyMellace7/status/1364353690472247300

Lazio memang sepertinya secara mental tidak berada dalam kondisi yang baik saat bertemu Bayern. Sudah jiper duluan. Soalnya ada dua gol yang terjadi akibat kesalahan sendiri.

Bayern dan Lazio memang beda kelas. Bayern sejak awal lakukan pressing laminating sampai ketat banget. Mereka sudah menekan pertahanan Lazio baru beberapa menit saja dan menghasilkan peluang berbahaya.

Baru delapan menit, hasil tekan-menekan Bayern membuahkan hasil. Mateo Musacchio melakukan backpass dengan lembut sekali macam lagi bangunin pacar. Akibatnya diserobot Robert Lewandowski yang dengan mudah melewati Pepe Reina untuk membobol gawang Lazio.

Hanya berselang beberapa menit, pemain muda bau kencur berusia 17 tahun yang baru dapat KTP, Jamal Musiala namanya, yang bukan saudaranya Jamal Mirdad, mencetak gol dari luar kotak penalti.

Tendangannya tidak kencang-kencang amat, tapi terarah sampai tak bisa dicegah tangan Reina. Padahal Reina yang di lapangan ini adalah Pepe Reina, bukan Reina anaknya Andin dan Aldebaran di Ikatan Cinta.

Bayern menutup babak pertama dengan kemenangan 3-0 lagi. Leroy Sane membobol gawang Reina usai melakukan blok terhadap tendangan Kingsley Coman.

Di babak kedua, baru berjalan dua menit Lazio sudah kebobolan lagi. Melalui serangan balik yang cepat, Francesco Acerbi sampai lupa diri membobol gawang sendiri.

Lazio baru bisa memperkecil kedudukan lewat gol Joaquin Correa dengan sebuah sepakan lembut macam brownies kukus. Dengan hasil ini, Lazio wajib menang minimal 4-0 di kandang Bayern.

Sebuah misi yang cuma berpeluang 0,00001% bagi Lazio untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Walau peluang itu tetaplah ada. Meski kecil sekali. Tapi kan siapa tahu.

“Kami tahu Bayern punya kemampuan hebat dalam mencetak gol tetapi kami juga berkontribusi terhadap gol-gol yang mereka ciptakan,” ujar Simone Inzaghi, dikutip Goal.

“Setelah gol pertama kami langsung ketakutan tetapi meskipun kami banyak kebobolan, kami sanggup memberi perlawanan di sepanjang pertandingan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here