Bintang Real Madrid, Luka Jovic, terancam berurusan dengan hukum di negara asalnya, Serbia. Jovic disebut menghadapi ancaman masuk bui selama 12 tahun setelah dirinya melanggar aturan isolasi pada masa pandemi corona atau COVID-19 saat ini.

Jovic sendiri sedang pulang kampung ke Seria di tengah masa karantina sesuai dengan anjuran pihak Madrid terkait dengan pandemi corona.

Mantan pemain Eintracht Frankfurt disebut ingin pulang untuk menemui kekasihnya, Sofia Milosvic.

Sudah tidak tahan sekali sepertinya karena di rumah terus selama beberapa hari ini tidak bertemu. Tapi Jovic menemui sang kekasih bukan karena dapat pesan singkat “rumah lagi sepi nih, papa mama ke luar kota”.

Seperti di negara-negara berflower, sering terjadi memang kiriman-kiriman pesan singkat seperti itu. Kalau sudah dapat pesan seperti itu, biasanya langsung gaspol remblong. Tanpa basa-basi hanya dibalas “otewe”. Bahkan corona sepertinya tak bisa menghalangi.

Jovic pulang ke Spanyol karena sang sedang berulang tahun dan tengah berbahagia karena dikabarkan hamil.

Sayangnya pada kepulangannya ke Serbia, Jovic malah terancam berurusan dengan hukum karena ia diduga melanggar aturan karantina yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

Sikap Jovic disebut membuat pemerintah Serbia cukup geram karena ia dikabarkan bertemu dengan kekasih dan berjalan-jalan di ruang publik Belgrade.

Tindakan ini berlawanan dengan anjuran pemerintah setempat yang mewajibkan siapapun yang datang ke Serbia dari luar negeri harus diisolasi selama 28 hari.

Kekhawatiran ini memang beralasan. Apalagi Jovic datang dari Spanyol, negara kedua di Eropa yang memiliki kasus corona terbanyak.

Presiden dan Perdana Menteri Serbia sampai mengecam tindakan Jovic tersebut yang juga merupakan seorang figur publik di negara asalnya. Jovic disebut menghadapi ancaman hukuman penjara karena tindakannya.

Melihat situasi sang anak, ayah Jovic mengaku sedih karena putranya diperlakukan seperti seorang penjahat. Milan, ayah Jovic, mengatakan ia rela anaknya dipenjara, asal terbukti bersalah.

Sang ayah menyebut bahwa foto anaknya yang beredar di media sosial, diambil di Spanyol.

“Luka melakukan dua tes (virus corona) dan dia hasilnya negatif,” katanya dikutip dari Tempo.

“Itu sebabnya dia pikir bisa datang ke Serbia,” ujarnya. “Sekarang sepertinya dia penjahat utama. Jika dia harus masuk penjara, maka ia akan pergi.”

“Saya sepenuhnya setuju dengan presiden (Serbia) dan perdana menteri, tetapi hanya jika dia bersalah,” ujar Milan. “Saya akan mendukung keputusan itu jika dia melakukan kesalahan tetapi dia tiba di Beograd dan tinggal di rumah. (Pacarnya) Sofija sedang hamil dan dia tidak bisa keluar (untuk merayakan ulang tahunnya).”

https://twitter.com/LukaJovic18i/status/1242228749619339264?s=20

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here