Chelsea benar-benar anaknya enggak sabaran. Mereka dikenal sebagai tim yang gemar gonta-ganti pelatih lantaran tidak sabar dalam meraih hasil. Baru-baru ini, lejen kesayangan fans, Frank Lampard, dipecat sebagai pelatih. Kan kasihan anak istrinya.

Pemilik Chelsea, Roman Abramovic, memang begitu orangnya. Suka mau yang praktis-praktis, tanpa menunggu proses. Lampard baru ditunjuk 2019 lalu, dengan harapan mampu membangun Chelsea melalui sentuhan lejen-nya.

Namun apa daya, pemilik klub adalah segalanya. Kalau pemilik salah, maka kembali ke pasal pertama.

Rangkaian hasil buruk “The Blues” membuat manajemen jadi tidak sabar. Chelsea berasa tim besar saja, maunya menang terus dan selalu dapat piala. Padahal jadi tim besar juga baru belakangan saja sejak dipegang Abramovic.

Yang bikin kesalnya lagi, Lampard diberhentikan secara tidak manusiawi dan berperikemanusiaan. Dalam proses pemecatannya, Lampard dihubungi CEO Chelsea, Bruce Buck, untuk diajak meeting jam 9 pagi di Stamford Bridge.

Saat itu dia diinformasikan kalau dicopot dari jabatannya. Selain Buck, pertemuan itu juga dihadiri oleh Direktur Olahraga Chelsea Marina Granovskaia, yang disebut-sebut kurang akur dengan Lampard belakangan ini.

Mungkin pegal juga si Granovskaia, sudah keluarkan uang banyak banget beli pemain tapi hasilnya hanya seperti pistol air.

Dilaporkan juga kalau pertemuan itu berlangsung dalam suasana yang suram dan sedih. Lampard bahkan tidak diizinkan untuk berpamitan dengan pemain-pemainnya di pusat latihan Chelsea di Cobham, pada siang harinya.

Kasihan banget. Miris melihat seorang legenda diperlakukan seperti itu.

https://twitter.com/brfootball/status/1353790477246586880

Beberapa saat sebelumnya, fans memang masih percaya pada Lampard. Hal itu terlihat dari spanduk di Bridge yang meminta manajemen agar tidak memecat Lampard dalam waktu dekat.

Namun apa daya, balik lagi ke pasal pertama. Pemilik selalu benar.

Lampard lalu memberikan komentar yang cukup menyedihkan. Semacam tidak tega begitu.

“Merupakan hak istimewa dan kehormatan besar untuk menangani Chelsea, klub yang telah menjadi bagian besar dalam hidup saya begitu lama,” tulis Lampard disalin dari Bolasport.

“Pertama, saya ingin berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan luar biasa yang telah saya terima selama 18 bulan terakhir. Saya harap mereka tahu apa artinya itu bagi saya. “

“Ketika saya mengambil peran ini, saya memahami tantangan yang ada di depan dalam masa sulit bagi klub sepak bola.”

“Saya bangga dengan pencapaian yang kami raih dan saya bangga dengan para pemain akademi yang telah melangkah ke tim utama dan tampil dengan baik. Mereka adalah masa depan klub.”

“Saya kecewa tidak memiliki waktu musim ini untuk membawa klub maju dan membawanya ke level berikutnya.”

Tetap semangat, Lampard! Chelsea memang begitu anaknya.

https://twitter.com/PurelyFootball/status/1353827471725109249
SHARE
Previous articleSchalke Masih… Seperti yang Dulu
Next articlePenalti, Kartu Merah, dan Kelahi, Ini Baru Derbi!!
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here