Laga derbi Manchester antara Manchester United melawan Manchester City yang sudah lama ditunggu-tunggu ternyata cuma segitu. Cuma segitu karena kedua tim hanya main imbang tanpa gol. Membosankan.

Soalnya, netizen sudah berharap MU ini tampil kocak. Kalau perlu dibantai telak agar penderitaan MU yang gagal lolos Liga Champions atau berhasil lolos ke Liga Europa itu makin bertambah.

Maklum, netizen kan memang senang banget bila MU ini terpongkeng. Apalagi kalau sampai kalah telak macam 1-6. Atau minimal di laga ini tersaji banyak gol misalnya imbang 5-5 atau 10-10. Atau setidaknya MU saja yang menang biar fans MU bisa keluar dari goa lagi.

Sayangnya hal itu tak terjadi. Kedua tim sama-sama main lembek kayak lontong kelamaan dikukus. Mungkin kecapean habis main di Liga Champions. Walau beda nasib.

MU dapat peluang pertama dari Harry Maguire. Namun sundulannya melayang entah ke mana. Padahal kepalanya dia berbentuk bulat walau tak sempurna. Minimal tak berbentuk kerucut.

City punya peluang begitu besar untuk mencetak gol. Yakni saat Riyad Mahrez sudah berdiri bebas banget tanpa pengawalan karena bek-bek MU ini sedang asyik tamasya entah ke mana.

Namun, bola malah ditendang Mahrez ke kaki David De Gea. Benar-benar tak bersyukur sekali ini Mahrez. Dapat peluang tak dimanfaatkan.

Skor akhir pun imbang tanpa gol alias 0-0. Penonton layar kaca sepertinya harus dibangunkan saat peluit akhir berbunyi. Apalagi fans di negara tropis macam Indonesia yang jam tandingnya nanggung. Mau melek sudah ngantuk mau tidur masih tanggung takut kebablasan.

Yang menarik, Pep Guardiola mengaku cukup puas dengan hasil ini. Padahal, di atas kertas harusnya City bisa mengalahkan MU. Namun dia sudah cukup dengan hasil imbang.

“Kami kalah musim lalu, sekarang tidak. Mempertimbangkan lawannya, kami puas karena sudah cetak banyak peluang,” kata Guardiola dikutip Viva.

“Pertahanan kami solid, karena tak kebobolan. Lima menit terakhir, pikiran kami cuma satu, tak mau kebobolan. Sektor pertahanan sudah berkembang, tapi harus tajam di depan,” lanjutnya.

Sama halnya dengan Pep, Ole Solskaer juga puas. Padahal hasil seri tak mampu membenahi posisi klasemen mereka di Liga Primer. Malah mandek.

“Selama periode saya melawan Manchester City, itu adalah performa terbaik kami. Bukan hasil terbaik, tapi performa terbaik,” katanya.

https://twitter.com/itsnamanmehta/status/1337845020536102912

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here