Sekian lama absen di Liga Champions, ternyata AC Milan masih belum lupa dengan cara mainnya di sana. Maklum, kalau kata fansnya kan mental Eropa.

Menghadapi Liverpool yang bisa dibilang skuatnya lagi oke banget apalagi main di Anfield yang terkenal garang. Banyak yang memprediksi kalau Milan bakal diayam-ayamin. Bakal dibantai dengan skor besar.

Banyak yang sangsi, kalau Milan saking lamanya tidak main di Liga Champions, sampai masuk ke Pot 4. Mereka juga mungkin lupa dengan anthem-nya. Pas turun ke lapangan, dengkul jadi gemetaran.

Kenyataannya, Milan justru memberikan perlawanan berarti. Meski kalah 2-3 dari Liverpool, tapi “Rossoneri” mengundang pujian dari pundit-pundit serta netizen-netizen yang suka pada sok tahu.

Liverpool memang unggul duluan lewat gol bundir Fikayo Tomori. Maksud hati ingin mengeblok umpan silang Trent Alexander-Arnold, malah berubah arah ke gawangnya sendiri.

Milan nyaris saja tertinggal 0-2 andai penaltinya Mohamed Salah tidak salah. Tendangan keras Salah bisa ditepis Mike Maignan yang dibacanya seperti “Mainan”.

Tak diduga, pada menit ke-41, Milan mampu mencuri gol dan menyamakan kedudukan. Tendangan geleser Ante Rebic tak mampu dicegah kiper Alisson Becker yang pakai baju beda sendiri di laga itu dari rekan-rekannya.

Hanya dalam dua menit, Milan mampu membalikkan kedudukan. Mereka berbalik unggul!

Saking pada enggak percayanya, di Twitter langsung ramai kalau Milan unggul. Padahal kondisi kayak begini ya sebenarnya biasa saja dalam sepak bola. Mungkin karena ini Milan, tim mental Eropa yang sudah lama enggak main di Eropa.

Brahim Diaz mencetak gol hanya tinggal cebok bola di depan gawang. Tendangan Theo Hernandez masih bisa diblok bek Liverpool yang sudah kosong ditinggal kipernya. Bola hasil blok itu disambar Diaz sambil ‘seserodotan’ kalau kata orang Sunda.

Meski demikian, keunggulan Milan tak berlangsung lama. Di babak kedua, baru berjalan tiga menit Liverpool mampu menyamakan kedudukan. Salah membayar kesalahannya di penalti sebelumnya dengan membobol gawang Maignan lewat tendangan kungfu KW.

Pada menit ke-69, kapten Jordan Henderson menjadi pahlawan kemenangan Liverpool lewat tendangan langsung nan keras dari luar kotak penalti memanfaatkan situasi sepak pojok.

Skor 3-2 menjadi keunggulan buat Liverpool, tetapi Milan turut menuai pujian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here