Tottenham Hotspur gagal meraih poin penuh kala menjalani laga tandang ke markas Olympiakos. Bertanding di Stadion Karaiskaki, “The Lily Whites” yang sudah unggul dua gol, harus mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 2-2.

Sedang ngetren sepertinya buang-buang keunggulan seperti ini. Mau bikin #arsenalchallange mungkin mereka. Sudah unggul dua gol, lalu disamakan menjadi 2-2. Pada pertandingan lain, Juventus juga dikabarkan tak mau ketinggalan dengan melakukan hal yang sama.

Padahal seharusnya kalau sudah menang 2-0, langsung bertahan saja mainnya. Pasang sembilan orang suruh berjaga di kotak penalti. Bikin barikade manusia di belakang Hugo Lloris.

Satu orang lainnya suruh siap-siap untuk melakukan serangan balik. Asal larinya yang kencang saja. Tapi Spurs sayangnya tidak melakukan hal tersebut. Perjalanan jauh mereka ke Yunani hanya berbuah satu poin.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bergantian melakukan serangan. Adil sekali mereka macam sila kelima. Bahkan satu Olympiakos nyaris mencetak gol andai sepakan Daniel Podence tidak ditepis tiang gawang.

Tapi justru Spurs yang membuka keunggalan terlebih dahulu melalui Harry Kane. Ujung tombak timnas Inggris ini kena slengkat pemain Olympiakos. Maju sebagai eksekutor, Kane mampu membuat Spurs unggul 1-0.

Empat menit berselang, Spurs menggandakan keunggulan melalui Lucas Moura. Dari luar kotak penalti, Moura melepaskan jurus L1+kotak kalau main Super Shot Soccer pakai timnas Brazil yang menghasilkan tendangan gledek.

Sayang setelah unggul dua gol, permainan Spurs ini jadi kendor. Daniel Podence membuat skor menjadi 1-2 satu menit jelang babak pertama usai.

Sembilan menit setelah paruh kedua dimulai, Olympiakos menyamakan kedudukan melalui titik putih. Mathieu Valbuena yang mengambil tendangan, sukses memperdaya Hugo Lloris.

Hingga laga usai, tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 2-2 bertahan untuk kedua tim.

Mauricio Pochettino mengaku cukup kecewa atas hasil tersebut. Ia tidak puas dengan performa yang ditunjukan oleh anak asuhnya.

Seusai pertandingan, Pochettino geram dengan performa anak asuhnya karena tak menjalankan rencana awal.

“Saya merasa kecewa. Saya tidak senang dengan performa tim di babak pertama, kami sudah punya rencana tapi abai dengan itu,” ujar Pochettino dikutip dari Detik.

“Itu hal yang paling menyedihkan. Kami banyak terancam oleh peluang lawan dan cara kami kebobolan gol pertama sangat menyakitkan,” tambahnya.

Main photo: @olympiacosfc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here