Tottenham Hotspur gagal meraih kemenangan pada laga lanjutan Premier League pekan ketiga. Menjamu Newcastle United di kandang sendiri yang namanya sangat kreatif yaitu Tottenham Hotspur Stadium, tuan rumah takluk dengan skor 0-1.

Sangat disayangkan, sebab dengan hasil itu membuat Maurcio Pochettino harus menandai laga ke-500 dirinya sebagai pelatih dengan kekalahan.

Tapi tidak apa-apa kali ini di laga ke-500 tidak meraih kemenangan. Masih banyak laga-laga lainnya yang masih bisa dimenangkan. Setelah ini Pochettino bisa menunggu hingga laga ke-1.000 atau kalau mau angka cantik sekalian bisa juga di laga ke-6969.

Padahal di laga itu Spurs tampil sangat dominan dengan pengasaan bola hingga 80 persen dan 17 tembakan. Benar-benar kapitalis mereka. Penguasaan bola hanya dimiliki sendiri saja. Tidak ada semangat sila kelimanya sama sekali.

Tapi ini adalah sepak bola dimana semua bisa terjadi. Penguasaan bola sampai 95 persen pun bakal sia-sia kalau tidak mencetak gol.

Dengan sedikit kesempatan yang dimiliki, justru Newcastle yang berhasil mencetak gol dan meraih kemenangan.

Pada jalannya laga tersebut Newcastle mendapatkan peluang emas pertama di menit ke-23. Sean Longstaff yang berarti “Staf Panjang” mendapat operan dari Joelinton melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti.

Tapi tidak semudah itu Ferguso, mungkin dipikir kipernya kelas tarkam. Peraih gelar Piala Dunia 2018 yaitu Hugo Lloris, dengan sigap menepis bola. Cepat sekali tangannya macam copet di terminal Kampung Rambutan.

Beberapa menit berselang, umpan L1+segitiga dari Christian Atsu berhasil dituntaskan oleh Joelinton. Pemain yang rambutnya dipikok itu dengan tenang menyelesaikan peluang di depan gawang.

Sejumlah peluang bagus dihasilkan oleh Spurs. Namun tidak ada gol yang juga tercipta. Harry Kane sempat mendapat peluang bagus di kotak penalti, sebelum terjatuh saat berebut bola dengan Jamaal Lascelles.

Sayang sekali, pemain terbaik mereka dalam beberapa laga penting yaitu VAR, kini malah tidak berpihak pada Spurs. Setelah meninjau VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Hingga laga usai, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Newcastle.

Dengan hasil ini, Tottenham tertahan di posisi tujuh dengan empat poin dari tiga pertandingan. Sementara Newcastle menghuni posiis 19 dengan tiga poin dari tiga laga.

Usai laga Pochettino menyoroti minimnya inisiatif para pemain untuk membuka celah.

“Kami tak tampil seperti yang diperkirakan. Itu adalah gol yang sangat murah, seperti melawan Aston Villa. Kami tak menciptakan cukup banyak peluang, meski kami punya penguasaan bola,” ungkap Pochettino dikutip dari Detik.

“Kami tak menemukan kapasitas untuk membongkar garis pertahanan mereka. Mereka sangat rapi dan bertahan dengan dalam. Saya sangat kecewa dengan performa ini dan hasilnya.”

Main photo: @football__tweet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here