Laga perdana Seri A tak memberikan kemudahan bagi tim-tim papan atas di Italia. Setelah Juventus dan Napoli menang dengan susah payah, bahkan Inter saja kalah, Roma juga ikutan lelah.

Bertamu ke kontrakannya Torino di Turin, “I Giallorossi” cuma menang 1-0 saja. Itu juga golnya dicetak pada akhir-akhir laga setelah dibuat frustrasi oleh yang punya kawasan.

Aksi pertama dilakukan oleh usaha Aleksandar Kolarov usai menerima umpan terobosan dengan pencetan segitiga di sisi kiri. Kolarov yang rada maksa menendangnya ke gawang dan cuma membentur tiang. Bola keluar, tak bisa direbut kembali.

Usaha kedua dilakukan Edin Dzeko yang berhasil melewati bek Torino yang berposisi sebagai bek. Namun tendangannya dari sudut sempit berhasil ditepis pakai tangan kiri. Padahal, tangan kiri itu tidak baik karena biasa dipakai buat cebok segala macam.

Diserang terus, membuat Torino ingin balas melawan. Daripada mereka diam pasrah saja menunggu rezeki, lebih baik usaha sendiri. Hasilnya lumayan, sebuah tendangan dari Tomas Rincon berhasil menemui sasaran. Sayangnya hanya menyasar tiang gawang.

https://twitter.com/indoroma/status/1031240730335834112

Torino baru benar-benar bisa mencetak gol di babak kedua lewat usahanya Iago Falque. Ola Aina sukses memberikan umpan sedap buat Iago yang langsung ditembaknya ke gawang tanpa menunggu tukang jajanan lewat.

Setelah selebrasi dan bersenang-senang, ternyata harus berakhir kekecewaan. Wasit mengeluarkan jurus PHP tingkat Hokage usai melihat tayangan VAR. Ternyata Aina sebelumnya kena jebakan offside.

Drama berlanjut menjelang masa Injury Time. Umpan lambung dari pinggiran dilepaskan Justin Kluivert yang bukan saudaranya Justin Timberlake apalagi Justin Lhaksana yang hobi ngeblok orang di Twitter.

Umpan crossing Kluivert kemudian langsung disambut tendangan voli pantai dari Dzeko tanpa menunggu bola jatuh ke tanah. Mungkin takut keburu disambar tetangga macam rambutan jatuh.

Gol itu cukup mengantarkan Roma meraih kemenangan pertamanya musim ini. Sebelumnya mereka memang belum meraih kemenangan sama sekali di Seri A untuk musim 2018/19. Bagaimana mau menang, main saja baru sekarang.

Namun, kemenangan itu belum memuaskan pelatih Eusebio Di Francesco. Pelatih berkacamata mirip Ridwan Kamil itu menyebut masih banyak yang perlu ditingkatkan dari permainan anak asuhnya.

“Kami bermain lebih baik di lini belakang daripada depan, di mana kami tidak terlalu tajam hari ini. Semua pemain harus berkembang dan meningkatkan permainan mereka,” kata Di Francesco dikutip Goal. 

Main photo: AS Roma

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here