Disaat klub-klub di Eropa sedang menjalani tur pra musim, Liga 1 Indonesia terus berjalan. Tidak mau mainstream memang. Tengah pekan ini, beberapa laga seru terjadi di dua tempat. Persebaya bertemu dengan Persib, sementara Arema FC berhadapan dengan Mitra Kukar.

Uniknya, kedua laga besar ini sama-sama berakhir dengan skor yang identik 4-3 meski tidak dilahirkan oleh ibu yang sama. Entah janjian atau tidak, kedua laga berlangsung sangat seru dimana kedua tim saling berbalas gol. Persib dan Mitra Kukar menjadi tim yang berjaya di kedua laga ini dengan sama-sama meraih kemenangan.

Kemenangan Persib mengantarkan mereka meraih titel juara paruh musim Liga 1. Total Persib telah mengumpulkan 29 poin dari 17 laga yang dimainkan. Meski berada di puncak, namun “Maung Bandung” tetap harus waspada sebab poin hingga peringkat keenam hanya berbeda tiga poin saja dengan mereka.

Sementara itu lawan mereka Persebaya harus rela terlempar hingga peringkat ke-14 klasemen. Kini “Bajul Ijo” hanya berjarak dua poin saja dari zona degradasi.

Pada pertandingan pekan ke-18 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut, pemandangan unik terjadi antar kedua belah suporter. Maklum, kedekatan mereka sudah terjalin sejak dahulu. Baik “Viking” maupun “Bonek” tampak akur berada bersama di tribun penonton.

Hal seperti inilah yang seharusnya patut ditiru. Kalau pun ada bentrok antar suporter, cukuplah diselesaikan dengan cara-cara lama seperti adu suit saja. Sehingga nantinya tidak jatuh korban dan bahkan merepotkan warga sekitar.

Suasana Stadion yang kondusif tersebut mendapat perhatian dari pelatih Persib Mario Gomez. “Pertandingan sangat sulit dan tegang. Tapi saya salut pada Bonek dan Bobotoh. Meski di lapangan saling berbalas gol, mereka tetap bisa berdampingan. Ini sangat luar biasa karena tidak ada gesekan sedikit pun,” ujarnya dikutip dari Liputan6.

Persib hanya butuh waktu lima menit untuk membuka keunggulan yang sebenarnya memang tidak dikunci. Sundulan Supardi Nasir berhasil mengoyak gawang dari Persebaya. Nasir yang berbeda sama yang banyak di pantai itu kembali mencetak gol pada menit ke-22. Memanfaaatkan serangan balik cepat, Nasir mencetak gol memanfaatkan assist dari tiang gawang Persebaya.

Persib makin menjauh pada babak kedua ketika Ghozali Siregar mencetak gol pada menit ke-54. Setalah melakukan gerakan 378 kepada dua pemain Persebaya, pemain bertubuh mungil ini dengan mudah menaklukan kiper Persebaya untuk ketiga kali.

Laga sebenarnya kembali menjadi seru ketika Persebaya berhasil mencetak dua gol balasan melalui Fandi Eko Utomo dan Ricky Kayame. Namun gol kedua Ghozali membuat Persib semakin menjauh dengan keunggulan 4-2.

Persebaya berhasil memperkecil kedudukan di menit ke-87 melalui tandukan David da Silva. Namun perbedaan satu gol membuat Persebaya akhirnya kalah menyakitkan. Lebih baik kalah tiga gol sekalian memang jadi jelas kalau kalah kualitas. Kalau kalahnya tipis-tipis begitu bikin penasaran memang.

Sementara itu laga yang tidak kalah membuat deg-degan terjadi di Stadion Aji Imbut. Arema harus mengakui keunggulan tuan rumah melalui drama tujuh gol. Kedua tim memperlihatkan laga seru dengan saling berbalas gol tanpa berbalas pantun.

Pada babak pertama Mitra Kukar sempat unggul dua gol sebelum Arema menyamakan kedudukan jelang turu minum. Dua gol Mitra Kukar dicetak melalui skema set piece. Macam timnas Inggris saja memang yang susah mencetak gol kalau tidak melalui bola mati.

Arema kemudian bangkit dengan mencetak gol balasan dari Makan Konate dan Dedik Setiawan membuat skor 2-2 mengakhiri babak pertama.

Fernando Rodriguez membuat Mitra Kukar unggul sebelum Arema kembali menyamakan kedudukan melalui Arthur Cunha di menit ke-82. Ketika pertandingan sepertinya akan berakhir dengan skor imbang, Mitra Kukar kembali mendapat set piece.

Kesalahan kiper Persib Srdjan Ostojic saat memotong bola membuat Bayu Pradana dengan leluasa menyundul bola ke dalam gawng. Coba dipotongnya pakai pisau, mungkin bisa berhasil. Gol di masa injury time membuat Mitra Kukar menang 4-3 atas tamunya.

Kemenangan ini mengantarkan Mitra Kukar naik ke peringkat ke-10 menggusur Arema. Kedua tim memiliki nilai yang sama yakni 23 poin, namun Mitra Kukar sejauh ini unggul head-to-head atas Arema.

https://twitter.com/Liga1Match/status/1022791828754427904

Main photo: piah.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here