Pertama-tama mari kita doakan yang terbaik bagi Andre Gomes yang tadi malam mendapat sebuah cedera yang sangat horor. Insiden terjadi pada menit-menit akhir babak kedua yang melibatkan Son Heung-min serta Serge Aurier.

Penyebab cederanya Andre Gomes memang sedikit membingungkan. Apakah akibat tekel langsung dari Son, benturan dengan Serge Aurier atau hal lain. Tapi sepertinya karena benturan Gomes dengan Aurier gara-gara Gomes terjatuh kena tekel dari Son.

Pihak penyiar pertandingan memang tidak menayangkan replay kejadian tersebut. Mungkin karena mengandung gambar yang mengerikan pastinya.

Tidak seperti tayangan negara-negara berflower yang kalau ada kejadian aneh-aneh pasti makin diulang-ulang. Biasa, semua demi rating. Apalagi kalau acara reality show. Kalau bisa ada air mata yang menetes sekalian, makin bagus jadinya. Lumayan untuk talent­-nya yang dapat 500 ribu per tangis yang dihasilkan.

Namun dari reaksi para penonton di pinggir lapangan serta para pemain, dapat dibayangkan seseram apa cedera yang didapat oleh Andre Gomes.

Wasit Martin Atkinson juga terlihat cukup ragu untuk menghukum Son sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung. Son terlihat sangat bersalah di mana ia keluar lapangan sambil meneteskan air mata. Dia sampai lemas, membungkuk, dan menyesal sekali.

Ya namanya juga tidak sengaja. Para pemain Everton juga tidak mengomelinya. Mereka justru mencoba membangkitkan Son supaya tidak merasa berdosa banget.

https://twitter.com/skyerenaee1/status/1191072959512879106

“Andre kaget. Matanya terbuka begitu lebar. Dia menangis, berteriak, dan menjerit. Saya hanya berusaha memeluknya dan berbicara dengannya. saya mencoba memberitahunya untuk tetap tenang,” ujar Cenk Tosun dikutip dari Bola.net.

“Kami tak bisa memahaminya. Dialah yang mengalami cedera,” tandasnya.

Jalannya laga yang digelar itu sendiri sepertinya mengikuti gaya minimalis. Macam rumah-rumah di komplek orang kaya. Sepi sekali dengan ornamen-ornamen. Tidak seperti rumah di kampung-kampung yang ada pohon jambu, sepeda yang ngejogrok, sofa rusak di halaman, dll.

Pertandingan antara Everton dan Spurs juga sepi dengan peluang. Kedua tim bermain dengan tertutup membuat pertandingan berjalan alot macam bakwan minggu lalu.

Peluang emas Everton tercipta pada menit ke-61 saat Richarlison melepaskan tendangan tepat sasaran dari dalam kotak penalti. Beruntung Paulo Gazzaniga dengan gercep macam kelakuan pemuda di depan calon mertua, langsung menepis bola.

Sebuah kesalahan koordinasi pemain Everton membuat Son mendapat bola dan mengirimkannya kepada Dele Alli. Dengan tenang Alli menggiring bola ke kotak penalti sebelum melepaskan tendangan yang berbuah gol. Spurs unggul 1-0.

Spurs harus bermain dengan 10 orang setelah Son dikartu merah pada menit ke-79. Insiden Andre Gomes membuat wasit memberikan waktu tambahan selama 12 menit. Lama betul memang macam menunggu iklan sinetron SCTV.

Pada menit 90+7 akhirnya Everton berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Cenk Tosun yang entah siapanya ceng gondok. Laga berakhir imbang 1-1 bagi kedua tim.

Hasil imbang ini membuat Spurs terus memperpanjang rekor mereka. Sayang rekor tersebut adalah catatan tidak pernah memang pertandingan tandang di Premier League sejak Januari lalu.

Saat ini Spurs tercecer di peringkat ke-11 klasemen dengan 13 poin. Sementara Everton berada satu posisi di atas zona degradasi dengan 11 angka.

https://twitter.com/Football__Tweet/status/1191060342115168257?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here