Namanya stadionnya boleh Stadium of Light, tapi nyatanya Sunderland malah dirundung kegelapan. Bukannya mati lampu karena enggak bisa bayar listrik, tetapi karena mereka menelan kekalahan dari Bournemouth 0-1 dan yang parahnya mereka terdegradasi.

Sejak awal memang tim berjuluk “Kucing Hitam” itu ingin meraih kemenangan demi menjaga kesempatan bertahan di Liga Primer. Namun, Bournemouth juga ingin meraih kemenangan karena memang pada dasarnya tak ada tim yang maunya kalah.

Lagi asyik-asyiknya cari peluang buat bikin gol, Sunderland malah kebobolan setelah Joshua King mencetak gol. Sedihnya lagi, golnya terjadi pada menit ke-88 sehingga bikin dada para pemainnya yang bidang itu jadi sesak.

Sementara di laga lainnya, Hull City yang berada di atas garis equator bermain imbang dengan Southampton. Sunderland yang tercecer di paling dasar klasemen dipastikan tak akan bisa mengejar Hull karena terpaut 13 angka.

Kesedihan langsung terpancar di mata nanar para pemainnya. Ini pertama kalinya setelah 10 tahun berada di Liga Primer, Sunderland harus turun kasta.

Tapi memang, sepandai-pandainya monyet melompat pasti lama-lama akan jatuh juga. Sudah berulang kali Sunderland lolos dari maut tercemplung ke jurang degradasi. Posisi mereka memang di sekitar situ-situ saja, tak jauh-jauh dari zona degradasi.

Hasil gambar untuk sunderland relegation
Muka-muka sedih pemain Sunderland. (Source: Sunderland Echo)

Selama 10 tahun di Liga Primer, posisi terbaiknya hanya berada di peringkat ke-10 pada musim 2010/11. Ini jadi seperti pepatah “hidup segan mati tak mau”.

Kalau di Liga Primer cuma berada di peringkat belasan sekadar memenuhi kuota. Tapi dibilang degradasi juga enggak. Barulah musim ini mereka kena getahnya, akhirnya jatuh juta.

“Ini hari yang sangat menyedihkan untuk klub dan saya turut menyesal buat suporter. Kami selalu didukung oleh mereka baik laga tandang maupun kandang, tapi sayangnya kami tak bisa mendapat hasil yang diinginkan semuanya,” ujar pelatih David Moyes.

Kesedihan juga sudah pasti melanda para pemainnya. Salah satunya Bryan Oviedo yang langsung membuat post yang sangat sederhana tapi maknanya begitu mendalam.

https://twitter.com/Bryan_Oviedo/status/858376875072204801

Dia hanya membuat emoticon berupa hati terpecah dua macam baru putus cinta. Ya, itu menandakan kesedihan hatinya setelah Sunderland terdegradasi.

Tampang nanar juga terpampang di wajah Jermain Defoe. Striker timnas yang baru dipanggil lagi ke skuat timnas Inggris itu harus menerima nasib bermain di kasta kedua Liga Primer.

Sambil berjongkok, wajahnya yang ganteng relatif itu terlihat sedih meratapi nasib. Mungkin dia sudah mulai memikirkan masa depannya. Ya, jika ingin menjaga tempat di timnas, maka dia harus cari klub lain di Liga Primer.

Kecuali Defoe sekelas Gianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, dan Pavel Nedved yang meski terdegradasi ke Seri B tetap main di timnas masing-masing.

La Tahzan! Jangan bersedih, Sunderland. Ini adalah ujian, memang mengecewakan. Tapi bersedih terlalu larut juga tak baik.

Main photo credit: RTE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here