Juventus mulai kembali ke trek balapan usai meraih kemenangan keduanya secara beruntun, pertama kalinya musim ini sejak dipegang Andrea Pirlo. Menghadapi tim bernama keren, Ferencvaros, Juve sukses membantai tuan rumah 4-1.

Yang menarik, skor ini identik dengan skor kemenangan atas Spezia pada hari Minggu lalu. Yang menariknya lagi, Juve sama-sama menggunakan kostum ketiga mereka berwarna oranye yang mirip dengan seragam Ormas.

Bukan cuma dua laga ini saja. Kemenangan juga diraih saat menggunakan kostum ormas itu menghadapi Dynamo Kiev. Mereka menang 2-0 tanpa kebobolan.

Mungkin sudah saatnya Juventus mengganti logo dan warna kebesaran mereka. Warna putih-hitam corak garis-garis sudah tak zaman. Sekarang zamannya corak tie-dye.

Juve memang jauh lebih unggul secara kualitas ketimbang Ferencvaros. Sudah seperti beda level. Dari gaya main dan ketenangan juga beda.

Ferencvaros tampak banyak berbuat yang enggak-enggak, yang mampu dimanfaatkan oleh Juventus. Terutama pada proses gol ketiga dan keempat.

Di babak pertama, Juve mencetak satu gol lewat Alvaro Morata yang lagi-lagi sempat diragukan golnya. Wasit sepertinya sudah denial duluan tiap Morata bikin gol.

Juan Cuadrado memberikan umpan silang yang coba di-backheel Cristiano Ronaldo tapi enggak kena. Bola meluncur langsung disambut Morata. Wasit sempat tanya petugas VAR sebelum membunyikan peluit kick off.

Maklum, Morata memang sepertinya titisan Filippo Inzaghi yang terlahir offside. Bersyukur lah, Alhamdulillah Puji Tuhan, golnya disahkan.

https://twitter.com/goal/status/1324081513634344963

Di babak kedua, Morata kembali mencetak gol lewat tendangan pasti dari depan kotak penalti. Kali ini tidak diragukan golnya, karena jelas onside.

Unggul 2-0 membuat Pirlo segera menarik beberapa pemainnya untuk diistirahatkan. Termasuk Morata yang diganti oleh Paulo Dybala.

Dybala yang belakangan jadi sorotan, bully-an, dan bahan pertanyaan karena performa tidak jelasnya, coba dibantu Pirlo untuk mengembalikan mental psikisnya. Bahkan, bukan cuma Pirlo yang memberikan bantuan, kiper Ferencvaros, Denes Dibusz, juga ikut membantunya.

Dua gol tambahan Juve terjadi akibat blunder kocak Dibusz. Bola hasil backpass dari rekannya gagal dikontrol dengan baik dan jatuh ke kaki Dybala. Dybala pun sukses membuat gol yang “sangat indah” sepanjang kariernya. Kenapa indah? Karena memang gol seperti ini jarang terjadi.

Setelah gol ketiga Juve, Dybala dikasih umpan oleh Dibusz. Mungkin memang sengaja dikasih oleh Dibusz, hitung-hitung ngetes, mental Dybala sudah pulih apa belum.

Ternyata sudah. Hasil salah umpan Dibusz dimanfaatkan Dybala untuk ditembak lewat kolong Dibusz. Itu saja sempat tertepis, tak berjalan mulus ke gawang. Bola sempat dihalau Lasha Dvali tapi malah dihalau ke gawang sendiri.

Jadi hitungannya, gol ini bukan dicetak Dybala, melainkan gol bunuh diri Dvali. Serba salah. Mau dianggap Dybala yang bikin gol tapi ya kasihan masak dua gol “dikasih” macam itu. Kalau enggak dianggap, kasihan juga.

Ferencvaros bisa memperkecil ketinggalan melalui Franck Boli menjelang pertandingan berakhir. Juve gagal cleansheet, tapi tetap bisa menang.

“Saya puas dengan hasilnya, tapi harusnya performa tim bisa lebih baik lagi. Kami akan evaluasi siapa yang bisa bermain bersama dengan lebih solid ke depannya,” kata mas Pirlo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here