Inggris akhirnya menjadi tim terakhir yang melaju ke babak final Euro 2020 (21). Ya memang final cuma dua tim saja, sebelumnya sudah diambil Italia usai mengalahkan Spanyol.

Inggris melaju ke final usai melinggis Denmark 2-1, yang disebut-sebut sebagai tim kuda hitam di gelaran kali ini. Sangat disayangkan, Denmark tersingkir gara-gara dua kontroversi yang terjadi di babak ekstra.

“Tiga Singa” memang tampil lebih dominan karena secara kualitas materi lebih unggul. Pertandingan berjalan dengan tensi sangat tinggi, baru berjalan beberapa detik sudah ada pelanggaran.

Meski Inggris lebih dominan, tapi Denmark lebih mengejutkan. Mereka unggul lebih dulu lewat tendangan bebas super spesial dari Mikkel Damsgaard. Gawang Inggris yang dikawal kiper berambut culun, Jordan Pickford, akhirnya bobol juga.

Tendangannya bagus sekali. Keras dan terarah. Bisa bikin fans Inggris kejang-kejang kalau itu jadi satu-satunya gol di laga tersebut. Sayangnya tidak.

Hanya beberapa menit berselang, tusukan Bukayo Saka mengincar Raheem Sterling di depan gawang. Namun malah Simon Kjaer yang lebih dulu dapat itu bola. Sayangnya, potongannya malah bikin bola masuk ke gawang sendiri.

Inggris kemudian menyerang membabi-buta. Namun kiper Denmark, Kasper Schmeichel, anaknya Peter Schmeichel, tampil gemilang. Dia tercatat melakukan lebih dari lima saves di laga ini. Bahkan tiga di antaranya sangat krusial. Poinnya di Fantasy League juga sangat tinggi. Schmeichel benar-benar jadi kiper terbaik Denmark setelah Schmeichel.

Skor 1-1 berlanjut sampai ke babak ekstra. Di sinilah kontroversi terjadi. Pada menit seratusan, Sterling yang tampaknya tidak punya udel karena tidak ada lelahnya, mampu menyodok pertahanan Denmark dari samping. Tak lama dia terjatuh karena senggolan Mathias Jensen.

Inilah yang jadi kontroversi.

Pada kontroversi pertama, waktu Sterling menyodok sisi kiri pertahanan Denmark terdapat dua bola di lapangan. Bola yang sepertinya pantulan dari bola ‘out’ tampak hadir di lapangan. Padahal, bola satunya dimainkan secara aktif oleh Sterling.

Bola tak diundang itu sempat diam saja di pojokan bak sedang menahan berak. Tak lama kemudian, lewatlah Sterling yang melakukan aksi individu. Bola hanya beberapa senti saja dari bola yang dimainkan Sterling.

Namun, wasit tidak memberhentikan pertandingan. Mungkin dianggap tidak mengganggu jalannya pertandingan. Padahal pemain Denmark bisa saja terganggu. Siapa tahu saja mereka bingung manakah bola yang sesuungguhnya.

Nah, Sterling yang sedang menyodok kemudian disenggol Jensen. Ini yang jadi kontroversi kedua. Dalam tayangan ulang, memang ada senggolan tapi minim sentuhan. Sterling terlihat “cerdik” memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkan diri.

Setelah mengecek petugas VAR, wasit yang tak melihat tayangannya, langsung memutuskan penalti. Keren banget ini wasit, percaya saja pada petugas VAR. Harry Kane yang sepanjang pertandingan tidak berdampak signifikan, kini berubah jadi pahlawan.

Dia nyaris saja gagal jadi pahlawan atau justru jadi biang keladi. Voucher penaltinya sempat ditepis Kasper, namun bisa disambar lagi dengan cepat.

Gol inilah yang jadi kemenangan Inggris sekaligus jadi tanda tanya publik netizen dan media massa. Bahkan sebagian menuduh ada “permainan” dari UEFA agar lebih meloloskan Inggris supaya tercipta “final idaman”. Entah lah, suka-suka mereka saja. Buat kita para netizen mah duduk manis saja nonton di rumah sambil menikmati keripik singkong.

Kontroversi biarlah menjadi kontroversi. Inggris tetap lanjut ke final Euro. Ini juga jadi final pertama Inggris di ajang internasional untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1966 yang juga dilakukan di Inggris. Jadi, sepertinya Inggris kalau mau ke final mesti jadi tuan rumah dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here