Juventus kembali menunjukkan ketidak-konsistenan alias inkonsisten di Seri A musim ini. Setelah meraih dua kemenangan, Juve kali ini takluk 0-1 dari Inter KW, Atalanta.

Memang, di bawah Andrea Pirlo salah satu hal konsisten dari Juve adalah inkonsistensi itu sendiri. Konsisten untuk tidak konsisten. Luar biasa. Sama seperti pepatah “Satu-satunya hal yang pasti adalah ketidakpastian”.

Juve memang paling banter meraih 3-4 kemenangan beruntun saja di Seri A. Itu juga jarang. Banyakan serinya dan kalah. Baru menang 2 kali habis itu sudah seri lagi. Semacam habis itu kelalen atau lupa gimana caranya buat menang lagi.

Di babak pertama Juve main sedang-sedang saja. Atalanta juga tak banyak melawan. Di babak kedua relatif Juve seperti enggak tahu mau ngapain.

Petaka terjadi pada menit ke-87. Sebuah tendangan Ruslan Malinovsky mengenai pertahanan Juventus yang berubah arah. Alhasil kiper Polandia yang namanya ribet jadi salah langkah.

Pemain Atalanta merayakannya dengan mantap dan gembira. Pemain Juve tertunduk lesu. Benar-benar culun banget tanpa Cristiano Ronaldo.

Juve tanpa Ronaldo bagaikan Nobita tanpa kacamata. Enggak bisa lihat apa-apa.

“Mereka beruntung mendapatkan gol telat, tetapi kami bermain dengan determinasi dan agresi yang hebat. Ini mengecewakan, harusnya kami pulang, setidaknya dengan membawa satu poin,” kata Pirlo dikutip Republika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here