Manchester City berhasil keluar sebagai juara Premier League musim 2017/2018 lalu. Meski meraih kesuksesan, namun Vincent Kompany memiliki opini unik terkait kekuatan timnya tersebut dibanding dengan era Roberto Mancini beberapa tahun silam. Kapten City tersebut menilai bahwa skuat “The Sky Blues” lebih berkualitas pada masa Mancini.

City seperti diketahui adalah tim tajir kemarin sore. Kira-kira sebelum tahun 2007, mungkin mereka hanya seperti remah-remah gorengan atau daki-daki keyboard saja. Tidak ada apa-apanya.

Pada era 90-an, City bahkan sempat jadi panti jompo bagi para pemain MU yang mulai mendekati tanggal expired date alias sudah menua. Sebut saja pemain macam Peter Schmeichel dan Andy Cole yang menghabiskan masa tuanya bersama dengan City.

Setelah masuknya gelontoran dana dari Timur Tengah, barulah City menjadi perkasa dengan merekrut pemain-pemain dengan harga kualitas bensin Shell. Beberapa pemain mahal berhasil mereka datangkan di awal masa ‘dana Timur Tengah’.

Namun prestasi nyatanya tidak bisa didatangkan dalam macam sulap Pak Tarno. Tinggal “prok, prok, prok” ditambah “mohon dibantu ya” langsung muncul suatu barang dalam sekejap saja.

Gelontoran uang Sheikh Mansur yang tak henti tiap tahunnya akhirnya mendatangkan kejayaan pada tahun 2012. Kala itu City yang ditangani oleh Mancini berhasil menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya sejak 44 tahun silam.

Kala itu City menjadi juara setelah menang dramatis melawan Queens Park Rangers di pertandingan akhir, di menit-menit terakhir pula. Untung saja dunia saat itu tak jadi berakhir lantaran gosipnya 2012 bakal kiamat.

https://twitter.com/TSMTransfers/status/1022869971905531904

Dari masa itu, pemain yang masih bertahan hingga kini adalah sang kapten Vincent Kompany. Selain itu alumni dari era Mancini lainnya yang tersisa adalah Sergio Aguero, dan David Silva. Alumni yang lainentah sudah berhamburan entah kemana, meski sepertinya tidak ada yang jadi alumni demo berjilid.

City sendiri cukup perkasa pada musim lalu dengan memecahkan beberapa rekor juara di era Premier League. Mereka sendiri unggul 19 poin atas Manchester United yang menjadi runner-up.

Wajar saja, zaman sekarang ini uang bisa mendatangkan kejayaan. Coba saja jika Pep Guardiola disuruh melatih tim macam Nottingham Forest atau Derby County. Kalau bisa juara Liga Primer dalam satu tahun baru patut diacungi jempol.

Meski begitu Kompany melihat bahwa kekuatan tim di era Mancini melebihi skuat asuhan Pep Guardiola saat ini. Kalau soal nilai pemain di pasaran, jelas yang sekarang pasti lebih unggul. Tapi kalau dari segi kualitas, dia bilang skuat ‘tahun gosip kiamat’ itu masih lebih ganas.

“Saya merasa tim yang juara tahun 2012 lalu lebih baik ketimbang sekarang. Pasti banyak yang tak percaya dengan ucapan saya ini,” kata Kompany seperti dikutip dari Liputan6. “Bahkan tim saat itu jauh lebih baik untuk urusan kualitas daripada sekarang,” katanya menambahkan.

Walau demikian, Kompany menilai bahwa City masih akan bersinar pada musim yang akan datang. Cari aman saja pernyataannya, daripada tidak dimainkan sama sekali di musim depan. Lebih baik tetap memberikan sedikit pujian.

“Perbedaannya mungkin hanya soal persiapan menghadapi laga. Kami lebih banyak punya keuntungan ketimbang musuh saat ini,” sambungnya lagi.

https://twitter.com/Squawka/status/1026854666678751232

Main photo: sportbible.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here