Bintang Roma yang namanya tak pernah benar, Mohamed Salah, memiliki kisah menarik tentang sulitnya berpuasa Ramadhan di Inggris. Dia mengisahkan pengalamannya ketika masih membela Chelsea, klub asal London, ibukotanya Inggris. Kalau Roma, ibukotanya Italia.

Salah sempat membela “The Blues” pada 2014-2016. Saat itu, Salah harus mengikuti latihan bersama Chelsea sebanyak dua kali, pagi dan sore.

Kalau cuma sekadar latihan saja mungkin Salah masih kuat, apalagi kalau latihannya di Indonesia yang mataharinya sama rata dengan waktu gelap. Namun, yang jadi masalah, pemain yang hari ini sedang berulang tahun alias “The Birthday Boy” itu harus berpuasa lebih lama dari biasanya.

Memang, namanya puasa dari waktu subuh sampai maghrib tiba. Tapi kalau maghribnya sekitar jam 9 malam, ya lumayan juga. Apalagi disuruh latihan bola pagi dan sore. Itulah yang dialami Salah dan pemain-pemain Muslim lainnya.

“Ramadhan di Inggris bisa dibilang sulit buat saya. Sebab, Chelsea punya dua sesi latihan tiap hari. Saya antusias ikut latihan pagi hari, tapi kondisi fisik menurun pada sore hari karena suhu di sana sangat panas dan saya baru bisa minum air sekitar pukul 21.30. Tapi saya merasa baik,” ujar pemain berambut kribo itu.

Pemain yang larinya kencang kalau di FIFA atau PES itu melanjutkan bahwa Chelsea yang ketika itu di bawah Jose Mourinho memiliki ambisi besar. Yakni memenangkan dua gelar, Liga Champions dan Liga Primer. Piala AFF tidak masuk hitungan.

“Tujuan kami saat itu memenangi dua gelar. Dua kali latihan sangat penting bagi Chelsea untuk menatap dua kompetisi tersebut,” tutur mantannya Fiorentina itu.

Main photo: Egyptian Streets

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here