Mungkin hanya Dimitri Payet, yang mau mudik ke kampung halaman malah dapat cercaan. Meski lebaran masih lama dan kampungnya, Marseille, menyambut baik, tapi tidak dengan tempatnya mencari nafkah, West Ham United.

Payet memang sudah tidak betah berada di kota London. Dia ingin segera mudik menyusul istrinya, Ludivine, dan tinggal di selatan Prancis. Pemain berusia 29 tahun itu sepertinya tidak kuat menahan nafsu untuk mencuci “botol”-nya itu.

Payet awalnya sok setia bersama “The Hammers” bahwa dirinya tidak akan pergi usai penampilan kerennya di Piala Eropa 2016. Tapi mendadak labil dan berubah keinginan untuk meninggalkan klub.

Dia meminta klub untuk menjualnya. Bahkan Payet terlihat main ogah-ogahan saat menghadapi Manchester United. Tentu saja, segenap rakyat West Ham pun kecewa berat. Terutama dari kalangan suporter.

Suporter West Ham sempat mencemooh Payet yang terekam di Social Media. Tapi, bukannya meredam keramaian seperti yang dilakukan Ira Koesno pada debat pilgub DKI lalu, Payet malah makin memanas-manasi suporternya.

Akibatnya, beberapa waktu lalu beredar video di media sosial yang memperlihatkan kostum Payet diinjak-injak bak keset ‘welcome’. Tak hanya diinjak, tapi juga diludahi banyak fans yang menumpahkan nafsu dan kemarahannya.

Kemarahan tak hanya sampai di situ. Fans juga menyerang mobil Payet yang diparkir di luar rumahnya. Mereka melempari mobil yang sudah ada STNK-nya itu dengan batu bata.

Dikeluarkan dari Grup WA

Ternyata bukan hanya fans, tapi juga manajemen dan rekan-rekannya di klub yang turut ‘KZL’ dengan pemain berbodi montok itu, meski masih kalah molek dengan model Chacy Luna.

Payet memang sempat melakukan aksi mogok main. Hal itu terlihat saat namanya tidak muncul dalam daftar nama menghadapi Crystal Palace kemarin, yang salah satu golnya dicetak Andy Carroll berkat latihan yoganya.

Akibatnya, mantan pemain Lille itu dikeluarkan dari grup Whatsapp, dan dikucilkan di acara-acara pertemuan tim termasuk makan malam. Pemain yang entah kenapa fasih banget bahasa Prancis itu sudah tidak diterima dengan baik di klub West Ham.

The Sun melaporkan bahwa seorang sumber dari dalam klub yang tak mau memberitahu namanya, tapi terpercaya, mengungkapkan bahwa saat hendak makan malam bersama, Payet sama sekali tidak diajak.

Bukan karena dia pelit tidak mau kasih contekan, tapi karena rekan-rekannya sudah tidak senang dengan apa yang dilakukan Payet kepada West Ham.

“Salah satu pemain berkata, ‘Kami tidak ingin kau datang, Dimi (Payet)’. Kemudian (Mark) Noble dan (James) Collins berbicara dan (Pedro) Obiang mengeluarkannya dari grup,” ujar sang pembawa pesan tersebut.

payet WA
Beginilah kira-kira imajinasi kronologis dikeluarkannya Payet dari grup. Kasar memang. (The Sun diolah Bolatory)

Yang jelas, West Ham hanya ingin melepasnya pada harga 25-30 juta pound. Klub yang identik dengan warna ungu meski bukan ungu janda itu ingin ambil untung dari pembelian Payet seharga 10,7 juta pound dari Marseille, satu setengah tahun lalu.

“Pendirian Dimi jelas, kami juga. Kami tidak akan menjual pemain terbaik kami dengan harga murah hanya karena dia ingin pulang (mudik-red). Kami juga tahu pasar dan dia ada harganya,” ucap pelatih Slaven Bilic sok bicara ekonomi.

Hasil gambar untuk keset welcome
Ini dia penampakan keset welcome

Main photo credit: 101 Great Goals

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here