Ajang PSSI Anniversary Cup telah selesai diselenggarakan pekan lalu. Kompetisi yang dibuat untuk memeriahkan ulang tahun PSSI tersebut, malah berakhir seperti acara Tawa Sutra yang dulu sempat ngetren di ANTV. Berakhir kocak.

Bagaimana tidak, pada ajang yang diselenggarakan sendiri oleh PSSI, timnas kita malah tidak mampu untuk menjadi juara. Nyaris peringkat buncit pula. Padahal olahragawan, jarang yang perutnya buncit seharusnya. Kecuali olahraga catur.

Indonesia menempati peringkat ketiga dari empat tim yang berlaga. Timnas kita harus mengakui bahwa Bahrain yang merupakan peringkat 116 dunia yang menjadi juaranya.

Baik sebenarnya buat Bahrain merasakan bagaimana jadi juara. Tapi apa gunanya jika prestasi itu sendiri minim didapatkan oleh Indonesia.

Untung saja sebenarnya Bahrain yang jadi juara. Karena memang ranking Indonesia di FIFA memang sudah kalah jauh. Timnas sepak bola Indonesia kini menempati peringkat 162 dunia. Akan lebih malu sebenarnya jika mengundang negara seperti San Marino yang peringkatnya di bawah Indonesia, lalu malah juara.

PSSI Anniversary Cup bisa jadi gambaran timnas kita untuk menghadapi Asian Games dan Piala AFF nanti. Walaupun yang bermain adalah skuat U-23, namun tidak sedikit nampaknya dari para pemain tersebut kembali memperkuat timnas di dua ajang yang akan datang. Piala yang sejatinya menjadi pelecut bagi “Garuda Muda”, malah jadi mengecewakan.

Lini depan Indonesia pada ajang tersebut tampil kurang menggigit. Kalau rem motor, sudah habis itu kanvas remnya. Jadi tiap diinjak berbunyi “nyitt nyitt nyitt”.

Lebih parah lagi adalah Indonesia sama sekali tidak mencetak gol pada ajang tersebut. Entah siapa yang salah. Bola yang tidak mau masuk ke gawang atau ukuran gawang yang kurang besar.

Indonesia bermain 0-0 saat melawan Uzbekistan dan Korea Utara. Sementara saat melawan Bahrain, timnas “Garuda” harus takluk 1-0. Bahrain sendiri menjadi juara setelah mengalahkan Korea Utara dengan skor telak 4-1.

Penyelesaian akhir masih menjadi masalah yang harus dibenahi oleh pelatih Luis Milla. Pada pertandingan melawan Bahrain dan Korea Utara, bahkan Hansamu Yama dan kawan-kawannya membuat hingga 31 attempts dari dua laga tersebut.

Masalah tersebut pun disadari betul oleh Luis Milla. Ia mengatakan akan mencari lagi striker tajam yang bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

“Kami akan melihat siapa pemain yang bisa membantu kami memecahkan masalah ini. Saya suka striker yang bisa cetak gol dan cepat adaptasi,” ujar Milla dikutip dari Detik.

Sejauh ini Ilija Spasojevic yang sempat gacor dalam urusan mencetak gol di Liga 1 musim lalu belum bisa berbuat banyak. Begitu juga dengan Lerby Eliandry. Pada sisi lain, lini pertahanan Indonesia patut mendapat apresiasi sebab hanya kebobolan satu kali dari tiga pertandingan.

Meskipun gatot alias gagal total di PSSI Anniversary Cup, Indonesia seharusnya menjadikan turnamen tersebut sebagai bahan evaluasi dan pelajaran untuk semakin baik ke depan. Jayalah sepak bola Indonesia!

Main photo: viva.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here