Pertandingan final Piala Liga Inggris yang mempertemukan Manchester United (MU) dengan Southampton rupanya bikin galau CEO Virgin. Bukan The Virgin grup musik yang dianggotakan Dara dan Mita. Melainkan perusahaan konglomerat asal Inggris.

Dia adalah Richard Branson, CEO Virgin Group, yang membawahi lebih dari 400 perusahaan di dunia. Branson melalui website andalan perusahaannya, menuliskan bahwa dia bingung harus pilih siapa. Pasalnya, kedua tim merupakan mitra kerja sama Virgin di dunia sepak-menyepak.

Hasil gambar untuk virgin money man united
Branson resmi jadi pemain MU. (This Is Money)

Virgin Money, salah satu anak perusahaan Virgin Group, telah bekerja sama dengan MU sejak bulan Juli lalu. Mereka menjalin hubungan selama empat tahun dan belum diketahui akan dilanjutkan ke jenjang pernikahan atau tidak.

Sedangkan Southampton menjalin kerja sama dengan Virgin Media, anak perusahaan Virgin Group lainnya. Virgin Media merupakan sponsor utama Southampton saat ini. Mereka menjalin hubungan selama tiga tahun.

“Ketika MU dan Southampton akan bertanding di Wembley pada final Piala Liga nanti, saya tidak tahu harus mendukung siapa. Virgin merupakan mitra kerja sama kedua tim,” tulis pria yang rada eksentrik itu.

Hasil gambar untuk southampton 2016/17 kit
Virgin Media kini terpampang di dada bidang para pemain Southampton. (Irish Mirror)

Rupanya bukan final ini saja yang bikin Branson galau. Dia juga pernah galau di laga final tahun 1990 silam. Di mana pada tahun segitu Young Lex dan Awkarin juga belum lahir. Bedanya bukan Piala Liga, melainkan Piala FA yang mempertemukan Crystal Palace dengan (lagi-lagi) MU.

Crystal Palace yang disponsori Virgin Atlantic mampu sampai babak final dan bertemu dengan MU. Bedanya, Virgin saat itu belum bantu-bantu tim MU seperti sekarang.

Saat itu, Virgin melalui Virgin Atlantic kasih modal satu pesawat dan uang sekitar 10 ribu pound (sekitar Rp 166 juta dengan kurs saat ini) hanya untuk membawa Ian Wright dan kawan-kawan ke London. Maklum, Virgin saat itu masih piyik, tidak kayak sekarang yang uangnya tinggal metik saja macam pohon jambu tetangga sebelah.

Ada kejadian menarik yang bikin Branson galau. Virgin rupanya sudah menyiapkan kostum dengan desain khusus untuk final. Mereka tidak menempatkan logo Virgin Atlantic di final, melainkan tulisan “Fly Virgin to LA” sebagai bentuk promosi rute baru mereka ke Los Angeles.

Sayangnya, hal itu dilarang oleh FA karena dalam aturan hukum yang berlaku, pihak sponsor hanya boleh menempatkan logo perusahaan, bukan spesifik produk apalagi kampanye promosi.

Sontak, larangan itu bikin Branson dan rekan-rekannya kebakaran jenggot, meski tak punya jenggot. Pasalnya, kaus tim sudah diproduksi. Mereka juga ogah kehilangan kesempatan besar untuk mempromosikan rute barunya itu.

Branson dan Virgin yang memang terkenal nyentrik dan anti-mainstream, akhirnya mencari celah biar kampanye marketingnya itu tetap kesampaian. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendaftarkan perusahaan baru bernama “Fly Virgin to LA”, cukup gila juga jalan pikirannya.

“Fly Virgin to LA” akhirnya boleh terpampang di kaus Crystal Palace. (Virgin)

Masalah memang terpecahkan, tapi masih ada masalah dari BBC yang protes kalau logo perusahaan baru mereka terlalu besar dan menyalahi aturan periklanan. Branson pun penasaran dan mencobanya di depan kamera. Dia tetap bersikukuh kalau logonya tetap pas di kamera.

“Saya pikir 10 ribu pound jadi salah satu investasi yang kami habiskan untuk membantu Virgin Atlantic ketika itu,” sambung pria berusia 66 tahun itu, yang kini sudah berjenggot kayak kakek-kakek.

Virgin akhirnya sukses memampangkan logo ‘perusahaan’ baru mereka, Fly Virgin to LA, di jersey Crystal Palace. Pertandingan berlangsung imbang 3-3 lewat gol Gary O’Reilly dan Ian Wright (2 gol). Sedangkan MU dicetak Bryan Robson dan Mark Hughes (2 gol). Sayang, di laga ulangan mereka kalah 0-1 lewat gol Lee Martin.

Yang pasti, Branson kini bisa lebih tenang, tak perlu khawatir Virgin-nya itu mengalami kekalahan lagi. Siapapun pemenangnya, Virgin tetap akan angkat piala. “Apapun itu, saya tak sabar melihat tim Virgin mengangkat trofi,” tutupnya, begitu bersemangat.

Main photo credit: Zimbio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here