Masih ingat nama Carlos Idriss Kameni? Bagi penggemar game Football Manager (FM) tahun mid 2000-an pasti tahu kiper yang satu itu. Kameni tampil prima saat timnya mengalahkan Barcelona kemarin.

Kameni ini dulunya masuk dalam wonderkid Espanyol yang kini main di Malaga. Bagi pecinta FM, Kameni jadi salah satu kiper favorit yang enak direkrut selain Igor Akinfeev.

Meski di FM Kameni kelihatannya jago banget, ternyata di dunia tidak jago-jago amat. Buktinya, pemain yang sejak lahir jadi warga Kamerun itu cuma main di Espanyol dan Malaga.

Kalau jago kan pasti sudah dilirik banyak klub, minimal klub-klub kelas menengah atas di Italia dan Inggris macam Lazio, Roma, Tottenham Hotspur, dan Everton.

Meski cuma main di Malaga sejak 2012, yang hitungannya tim nanggung di La Liga, Kameni tetap jadi palang pintu yang kokoh. Macam Patung Pancoran yang tak pernah rapuh meski dimakan usia dan diterpa segala macam cuaca.

Walau usianya mulai memasuki masa puber kedua, Kameni masih jadi batu sandungan buat Barcelona saat keduanya berjumpa akhir pekan kemarin. Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar (MSN) tak berdaya dibuatnya. Malaga akhirnya menang 2-0.

Ini bukan kedua kalinya kiper yang jagonya di FM doang itu bisa menahan MSN. Pada November 2016 di pertemuan pertama, pemain berkulit hitam kayak Noob Saibot itu juga jadi batu kokoh bagi MSN.

Mereka lagi-lagi gagal membobol keperjakaan Kameni. Malaga pun sukses mencuri poin dengan menahan imbang 0-0 kayak kacamatanya Afgan.

Bagi Suarez dan Neymar, Malaga adalah satu-satunya klub di La Liga yang belum pernah dibobolnya sejak bergabung dengan Barcelona pada 2014 lalu.

Berbeda dengan Messi si penyanyi cilik, beliau lumayan banyak menjebol Kameni sampai tujuh kali dari 16 pertemuan. Wajar, karena Messi sudah bertemu Kameni sejak masih zaman Friendster.

Bagi Kameni, ini merupakan cleansheet kelima melawan Barca di La Liga. Mantap jiwa.

Main photo credit: Laacib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here