AS Roma dan Inter Milan menegakkan keadilan dengan berbagi poin, berbagi gol, dan kebobolan. Semuanya sama rata sama rasa. Sama-sama dapat satu poin, dapat dua gol, dan kebobolan dua gol. Sungguh adil.

Kedua tim memang bertarung untuk memperebutkan posisi dua di mana Roma masih terpaut tiga poin dari Inter di posisi kedua. Kalau menang kan lumayan.

Apalagi Roma bisa mencetak gol lebih dulu lewat tendangan Lorenzo Pellegrini. Seperti biasa, kiper yang tergabung dalam member Anti-Bengong Bengong Klub, atau bahkan ketuanya, Samir Handanovic, menjalankan tugasnya sebagai member buat bengong di depang gawang.

Tendangan Pellegrini sebenarnya tidak terlalu kencang, namun Handa ini entah malas atau tidak rajin atau bagaimana, selalu saja cuma dilihat itu bola. Dikata dia itu tokoh Gerhana yang bisa menyentak orang hanya dengan tatapan mata.

Inter coba melawan di babak kedua, hasilnya cukup bagus. Milan Skriniar yang tak bermain di AC Milan, mencetak gol lewat sundulan kepala depan. Skriniar menyambut sepak pojok untuk diceploskan ke gawang lawan.

Tak lama kemudian, Achraf Hakimi yang lagi gacor musim ini membalikkan keadaan lewat tendangan super. Dia berasa dirinya jadi Arjen Robben.

Setelah bergerak menekuk ke dalam, Hakimi yang tidak pernah dihakimi massa menembak bola pakai kaki kiri ke arah pojok gawang Pau Lopez. Benar-benar fantastis.

Ini merupakan gol keenamnya Hakimi sejak dibeli Inter musim ini. Ditambah lima assist menjadikannya salah satu bek sayap tersubur musim ini.

Sayangnya, member Anti-Bengong Bengong Klub beraksi dan menjalankan tugasnya lagi. Sundulan Gianluca Mancini yang memanfaatkan sepak pojok bersarang di gawang Inter yang cuma dipandangi oleh Handanovic.

Handanovic terpesona memandang menatap sundulanmu yang cantik. Untung saja tidak langsung merangkak-rangkak ikut gerakan “Terpesona” ala-ala polisi.

https://twitter.com/snajaths/status/1348275001682747393

Pelatih Inter, Antonio Conte, sempat dikritik lantaran pergantian pemainnya yang blunder. Keputusannya mengganti tiga pemain pada fase krusial permainan dipertanyakan.

Dia menarik keluar Arturo Vidal yang membuat Inter jadi kehilangan kendali. Namun, Conte berusaha menjelaskan kalau Vidal mengalami cedera.

“Vidal mengalami cedera dan meminta untuk diganti. Lautaro kelelahan setelah 75 menit aksi di lapangan, juga karena pergerakan tanpa bola,” ujarnya dikutip Goal.

“Hakimi juga memberikan performa maksimal dan para pemain ini telah memainkan banyak pertandingan dalam tujuh hari terakhir. Kami memiliki skuad yang cukup besar untuk melakukan perubahan yang bagus, jadi wajar untuk memperhatikan bangku cadangan.”

Sedangkan pelatih Roma, Paulo Fonseca, gagal paham kenapa timnya sempat kehilangan intensitas di tengah laga.

“Sulit bagi saya untuk mengomentari pertandingan ini. Kami menjalani babak pertama yang bagus, kemudian kami bukan lagi tim yang sama selama 15 sampai 20 menit. Setelah Inter mencetak gol kedua, kami tiba-tiba kembali menjadi diri kami kembali,” kata Fonseca seperti dikutip Football Italia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here