Cedera sepertinya sudah jadi sahabat sejatinya Marco Reus, seperti lagu persahabatan bagai kepompong. Baru-baru ini, dia cedera lagi saat Borussia Dortmund meraih kemenangan 2-1 atas Eintracht Frankfurt di laga final DFB Pokal.

Dortmund boleh-boleh saja jadi juara trofi tersebut. Namun kemenangan itu harus dibayar mahal banget. Reus hanya bermain satu babak saja dan digantikan Christian Pulisic saat jeda pertandingan.

Dia tampak kesakitan dan terpaksa dibawa kepada pihak yang berwajib. Sayang, hasil tes medis memberi kabar bahwa cederanya tak menggembirakan.

Dengkul pemain berusia 27 tahun itu berulah lagi. Bukan kopong karena kebanyakan entah apa. Tapi mengalami sobek pada salah bagian cruciate ligament di lutut kanannya. Seperti yang sudah-sudah, Reus yang rambutnya rapi tanpa ketombe itu harus menepi hingga beberapa bulan ke depan.

“Reus akan absen beberapa bulan ke depan setelah mengalami sobek pada bagian cruciate ligament. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan selama beberapa hari ke depan untuk menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan,” tulis pernyataan Dortmund.

Die Borussen” juga belum bisa memastikan kapan tepatnya Reus akan kembali ke bentuk semula macam iklan pembalut di televisi. Namun, sepertinya dia bakal absen sampai enam bulan. Dia juga bakal melewatkan momen lebaran. Pasalnya, Reus bukan beragama Islam.

Dalam beberapa tahun terakhir, cedera selalu menghambat laju Reus untuk jadi pemain hebat. Dia absen membela Jerman di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016. Musim ini juga Reus cuma main 24 laga saja meski masih sanggup mencetak 13 gol.

Biarpun memakan dengkul orang, tetap tak menghalangi segenap warga Dortmund bersuka-cita merayakan gelar juara satu-satunya musim ini. Reus sendiri juga tetap merayakan bareng kawan-kawan sekampungnya itu.

Dia tampak trendy memakai kacamata hitam dan kemeja putih. Bahkan memandu para fans meneriakkan yel-yel kebangsaan pakai bahasa Jerman, karena mereka dari Jerman. Tanpa merasakan sakit di lututnya.

Yang tak kalah senang adalah Thomas Tuchel. Trofi DFB Pokal merupakan trofi pertamanya sepanjang berkarier sebagai pemain maupun pelatih. Ciyan.

“Hari ini adalah hari paling hebat dalam karier kepelatihan saya. Saya rasa sukses yang spesial bisa didapatkan kalau ada koneksi spesial antara pelatih dan para pemainnya. Kami mampu memenuhi tujuan kami dan menandai musim ini sebagai musim yang spesial,” ujar Tuchel, usai pertandingan, dikutip Detik.

Main photo: Twitter (@101greatgoals)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here