Juventus sepertinya rada belagu menunda Scudetto di kandang Roma. Padahal, itu kesempatan mereka buat merayakan gelar juara di depan pesaingnya sendiri. Mungkin karena enggak enak hati, apalagi ada Francesco Totti yang mau pensiun.

Juve memang sengaja tidak menurunkan kekuatan penuh saat bertamu ke kontrakannya si Roma. Beberapa pemain disimpan macam Paulo Dybala, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio, Dani Alves, dan Alex Sandro untuk final Coppa Italia lawan Lazio.

Mereka juga tidak memasukkan nama Alessandro Del Piero, Paulo Sousa, Angelo Di Livio, Fabrizio Ravanelli, Gianluca Vialli, Antonio Conte, Pietro Vierchowod, sampai Michaelangelo Rampulla karena semuanya sudah pensiun. Bukan lagi pemain Juve.

Tim berkostum putih-hitam kayak baju narapidana di komik-komik itu sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol standar Mario Lemina. Bola tinggal dicebok saja usai menerima umpan dari pemain berperut tambun tapi jago, Gonzalo Higuain.

Namun, setelah itu mereka malah kebobolan tiga gol sekaligus, tanpa basa-basi. Pertama lewat Daniele De Rossi yang harus dua kali membunuh Gianluigi Buffon. Tendangan pertama belum bisa bikin Buffon mati, yang kedua baru bisa bikin kiper tua bangka itu terkapar.

Roma tanpa Irama berbalik unggul setelah tendangan mendatar Stephane El Shaarawy yang kayak teka-teki silang mampu mengecoh Buffon. Tendangannya memang sempat mengenai Leonardo Bonucci terlebih dulu makanya meluncur dengan malu-malu.

Tim berjuluk “Serigala” itu akhirnya menambah keunggulannya lewat pria berdarah batak, Radja Nainggolan. Tendangan kerasnya mampu menghujam gawang Buffon meski tidak sampai bikin sobek jaringnya. Kalau sampai sobek bisa-bisa dia disuruh ganti.

Skor 3-1 buat Roma sehingga pesta Scudetto Juve yang harusnya bisa di kandang Roma ini tertunda. Entah apa yang ada di pikiran para pemain Juve, ibadah saja tidak boleh ditunda. Ini gelar Scudetto juga ikut ditunda.

Sejatinya harus ditunda sampai pekan depan lawan Crotone di kandang sendiri. Tapi lumayan, jadi bisa merayakannya bersama para warga Turin di J-Stadium.

“Kami memang sudah memperhitungkannya dan memahami bahwa Scudetto diputuskan di pertandingan lain. Bukan di laga ini,” ujar pelatih Massimilliano Allegri yang jidatnya selalu berkerut itu.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/863909790636007424

Namun, penundaan itu jelas bukan disengaja. Allegri sendiri juga bingung kenapa timnya tampil lembek kayak tempe bacem yang sudah kelamaan di piring berkuah.

Allegri bahkan mengatakan kalau para pemainnya seperti ketiduran di babak kedua. Mungkin karena kelelahan kebanyakan begadang main PES. Meski begitu, dia harus ikhlas menghadapi takdirnya menelan kekalahan.

“Saya kira setelah mereka menyamakan kedudukan, kami masih bisa menang. Tapi saat operan pertama di babak kedua, kami seperti tertidur. Kami malah memberikan bola kepada mereka,” ujar Allegri.

Namun, Allegri percaya kalau ada hikmah di balik musibah. Dia menilai kekalahan ini malah bikin Juve terpecut, disadarkan bahwa mereka harus main lebih semangat di laga final Coppa Italia melawan Lazio.

Apalagi, meski tampil hebat di Liga Champions, nyatanya Juve tampil memble di Liga Italia belakangan ini. Mereka ganang alias gagal menang dalam tiga laga terakhir. Dua kali seri lawan Atalanta dan Torino dan terakhir kalah.

“Setidaknya akan jadi peringatan menjelang final Coppa. Kami seri lawan Atalanta dan Torino, ternyata kami tahu kalau kami kekurangan sesuatu, yaitu konsentrasi,” katanya lagi.

Bagi Roma, kemenangan ini cukup lumayan memangkas agregat poin mereka. Kini berjarak empat poin dan sepertinya Juve akan menang mudah lawan Crotone pekan depan sehingga memastikan gelar Scudettonya.

Namun, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ayu Ting-Ting dan Awkarin saja yang tidak cakep-cakep amat bisa segitu terkenalnya.

“Kemenangan ini membuktikan kami memiliki mental juara. Kami tidak memikirkan Scudetto, yang kami pikirkan adalah memenangkan laga ini,” ucap Luciano Spalletti.

Main photo credit: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here