Kata “bom” memang kata yang sensitif dan berbahaya. Tidak boleh sembarangan diucapkan, salah satunya di pesawat terbang yang saat ini sudah dilarang untuk diucapkan. Baik serius atau sekadar bercanda.

Hal itu terbukti pada final Liga Champions, Sabtu kemarin. Para pendukung Juventus yang biasa disebut Juventini, terluka cuma gara-gara ada yang teriak bom, ketika sedang nonton bareng di Turin.

Suasana hati Juventini di Piazza San Carlo, Turin, saat itu sedang mengalami kesedihan saat skor terpampang 1-3 sementara untuk Madrid. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah sedih celaka pula. Itulah Juventini di Turin malam itu.

Lagi sedih-sedihnya, wajah kusut, dan dengkul lemas tiba-tiba makin menjadi dan berbuah celaka saat ada ledakan kecil yang berasal kembang api. Belum diketahui jenis kembang apinya seperti apa, apakah benar kembang api atau cuma petasan korek, jangwe, atau jangan-jangan cuma petasan kentut.

Yang jelas, ada seseorang yang iseng berteriak bom ketika ledakan tersebut terjadi. Alhasil, timbul lah kepanikan yang berujung pada dorong-dorongan kerumunan warga. Sebagian berlari tergopoh-gopoh mencari pintu keluar lokasi.

“Seorang pemuda melemparkan kembang api dan berteriak kalau itu adalah bom. Tiba-tiba saya sudah terjatuh di tanah,” ujar seorang saksi mata kepada Rainews24, dikutip dari TopSkor.

Bercandanya memang sungguh kelewatan itu orang. Tidak melihat sisi bahayanya. Jangankan di tempat ramai orang seperti itu, main petasan dekat masjid saat tarawih saja bisa disemprot ustadz setempat.

https://twitter.com/ElianaBenador/status/871390281568067585

Gencet-gencetan terjadi, bahkan ada yang terluka karena terkena pagar dan terinjak-injak. Sepatu-sepatu Juventini pun berserakan akibat terinjak-injak lantaran rebutan akses keluar.

“Kami ketakutan, semua berlarian ketika mendengar dentuman. Sebuah kembang api, memicu ketakutan massal. Kerumunan orang semua bergerak ke satu sisi piazza. Kami mencoba pergi tapi sulit karena saking banyaknya orang. Banyak orang terluka, di tanah berserakan botol-botol dan beragam barang,” kata Luca Feole, staf La Gazzetta dello Sport.

Kepolisian Turin menyebut ada seribu orang yang terluka pada insiden itu. Tujuh di antaranya cedera serius. Sebagian besar korban yang dirawat mengalami luka dan memar. Sisanya terkena luka yang mendalam di hati karena menerima fakta kekalahan Juve di final untuk ketujuh kalinya.

Tentu saja, ini menyisakan luka yang paling mendalam, mulai dari luka hati tapi juga luka fisik. “Seharusnya itu adalah sebuah pesta dan penuh kebahagiaan. Saya tak bisa melakukan apa-apa kecuali mengirimkan simpati dan pelukan dari Cardiff kepada semua korban. Saya harap bisa menjanjikan satu tempat di Kiev tahun depan,” kata Presiden Andrea Agnelli.

Sing sabar yang Juv, badai pasti berlalu. Habis gelap terbitlah terang.

Main photo: Deadspin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here