Match pertama Liga Primer langsung mempertemukan dua klub besar di Inggris, Arsenal dan Manchester City. Nama pertama sebenarnya lagi enggak besar-besar amat, soalnya lolos Liga Champions saja tidak.

Namun, “The Gunners” tampak percaya diri karena tampil di depan warganya sendiri ditambah hasil uji coba mereka yang terbilang memuaskan. Sayangnya, pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim tamu dengan skor 2-0.

Seperti biasa, City yang kelihatan lebih gagah tampil langsung menekan sejak awal. Ada dua peluang yang dimentahkan Petr Cech hanya dalam delapan menit pertama.

Gawang Arsenal benar-benar bobol pada menit ke-14 lewat sebuah aksi paripurna Raheem Sterling. Usai menerima bola di pojokan kotak penalti, dia langsung cutting inside ke tengah diakhiri dengan tendangan tegas. Cech cuma bergerak formalitas saja macam lambaian tangan tukang parkir Alfamart.

Arsenal baru keluar menyerang setelah kebobolan. Mungkin sistem mainnya memang begitu, kebobolan dulu baru menyerang. Hitung-hitung nge-voor. 

Sebuah usaha dari Hector Bellerin masih kurang maksimal. Soalnya dia menendang ke arah kiper Ederson Moraes. Jadi mudah saja ditepis. Andai dia menendangnya ke ujung tiang jauh mungkin lain cerita.

Tapi ya cuma sekali-sekali itu saja menyerangnya. Soalnya setelah itu langsung dibalas bertubi-tubi oleh City. Memang tidak adil kadang-kadang, balas sekali, dibalasnya lagi bertubi-tubi.

Ada sebuah peluang asyik banget didapat City. Tendangan bebas dari pemain City kurang tahu siapa namanya, berhasil diblok Cech. Kemudian dihajar lagi Aymeric Laporte yang sukses diblok lagi oleh Cech. Alhasil Cech ini berhasil melakukan double saves. 

Di babak kedua, pertandingan masih sama. Bukan sama-sama kuat, tapi tak berubah dari babak pertama. Soalnya “The Citizens” masih tetap menguasai jalannya pertandingan.

Pada menit ke-63, City kembali menggandakan keunggulan. Umpan standar Benjamin Mendy berhasil dihajar dengan penuh tanggung jawab oleh Bernardo Silva. Lagi-lagi Cech cuma bergerak formalitas macam ucapan ulang tahun di grup What’s App.

Skor 2-0 bertahan sampai selesai. Patut disyukuri karena wasit masih mau menyelesaikan pertandingan. Andai tak diselesaikan, bisa-bisa masih main sampai sekarang.

Lucunya, kedua pelatih klub merasa enggak terima dengan hasilnya. Pelatih yang satu enggak terima karena cuma menang 2-0. Sedangkan pelatih yang satunya enggak terima karena harusnya skornya tidak 2-0. Entah siapa yang enggak tahu diri dan yang enggak ngaca.

Tentu saja yang tak puas dengan menang 2-0 adalah si Pep Guardiola. Menurutnya, timnya bisa menang lebih banyak lagi. Memang, kalau kipernya bukan Cech bisa saja Arsenal dibobol sampai 10 kali. Apalagi kalau kipernya ini pemain baru bernama Matteo Guendouzi.

“Dalam kondisi 1-0 kami mendapatkan gol yang mungkin kami tak layak mendapatkannya. Tapi di babak pertama kami pantas mendapat dua atau tiga gol lagi,” ujar Pep dikutip dari Detik. 

Sedangkan pelatih yang merasa tak layak mendapat kekalahan 0-2 tentu saja Unai Emery. Menurut pelatih berwajah tampan regional itu

Hasilnya 2-0 buat kemenangan City. Namun, saya rasa kami seharusnya mendapat hasil lebih baik selama 90 menit. Kami ingin memulai liga di depan pendukung sendiri. Kami menunjukkan performa baik, namun tidak bisa memberikan kemenangan,” ujar Emery.

Main photo: Sporf

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here