Same old story. Begitulah kekesalan fans Manchester United mengakhiri pertandingan melawan Crystal Palace. Pada laga yang ber-hashtag #MUNCRY itu, ternyata MU betul-betul dibuat ‘Cry’ alias nangis.

Tim yang kerap dijuluk “Pengabdi Setan” itu kalah dramatis 1-2 di ujung laga. Padahal mereka sudah berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir. Sudah kegeeran bisa imbang lah minimal. Enggak tahunya kejebolan lagi. Ternyata MU benar-benar belum berubah tabiatnya.

Menghadapi Palace di kandang sendiri, yang katanya cukup angker itu, ternyata MU tak bisa berbuat banyak. Padahal mereka sudah kedatangan dua bek mahal, Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka yang bukan saudaranya Wan Abud. Ternyata sama saja. Tak ada bedanya.

Buktinya, Jordan Ayew begitu enaknya bisa mencetak gol tanpa kawalan satu pemain pun di kotak penalti MU. Victor Lindelof kalah adu sundul dengan Jeffrey Schlupp. Posisi Maguire terlalu jauh untuk mengejarnya. Apa daya, tangan pun tak sampai.

MU juga sudah dikasih hadiah penalti dari wasit padahal sedang tidak berulang tahun. Nikmat mana yang kamu dustakan, Marcus Rashford?

Pemain berwajah ganteng ‘unyu’ itu malah menendangnya ke tiang gawang begitu keras. Dipikirnya mungkin sedang main taruhan tendangan dikenai ke tiang. Yang sukses kena tiang ditraktir makan.

Pada menit ke-89, usaha MU membuahkan hasil. Meski hanya sementara alias PHP. Pemain muda berusia 41 tahun dikurang 20 tahun, Daniel James, mencetak gol cukup keren hasil placing R2+kotak. Membuat kiper Vicente Guaita bergerak enggak jelas. Bingung mau ngapain dikasih tendangan begitu.

Tapi ya namanya takdir, MU memang harus kalah. Makanya jangan kegeeran dulu bisa imbang mentang-mentang bikin gol di ujung-ujung. Soalnya ada injury time tiga menit yang dimanfaatkan Palace buat menang.

Patrick Van Aanholt sukses menjebol gawang David de Gea pada menit terakhir. Padahal tendangannya sudah bisa ditepis De Gea tapi tetap saja luput. Same old story. Pemain MU pulang dengan kepala tegak tapi dengan raut wajah kecewa. Sedangkan wajah fans MU dipastikan kesal dan jarinya sudah siap memaki di media sosial.

Soalnya, hidung mereka sudah cukup mengembang setelah membantai Chelsea pada pekan pembuka. Dikiranya sudah menjelma menjadi “MU yang baru”, maju klubnya, bahagia fans-nya. Ternyata PHP doang.

“Dua hasil terakhir pasti mengecewakan. Saat melawan Wolves Anda merasa layak menang, lawan Palace juga begitu. Tapi kadang Anda tidak mendapatkan sesuatu yang menurut Anda pantas di sepak bola,” kata Solskjaer.

Main photo: BBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here