Tidak jauh berbeda dengan Barcelona, Real Madrid ternyata juga cukup kesulitan menghadapi perlawanan tim dari divisi ketiga di Spanyol, Unionistas de Salamanca. Meski demikian Madrid tetap meraih kemenangan dengan skor 3-1 pada laga yang digelar di Pistas del Helmantico.

Melawan tim yang hanya berasal dari dua kasta di bawahnya, di atas kertas Madrid tentunya dipercaya akan meraih kemenangan dengan mudah. Namanya saja Madrid yang berarti tim dengan segudang uang dan pemain jago-jago.

Minimal menang dengan setengah lusin gol kalau lawan tim seperti Unionistas seperti itu yang lapangan stadionnya cukup terlihat macam di Liga 1 negara +62. Tribun-tribun kecil dengan kondisi rumput yang terlihat kurang asik.

Tapi yang namanya sepak bola tidak pernah bisa diprediksi. Hanya Tuhan dan bandar saja yang tahu. Madrid gagal menang dengan skor gede meski menang juga pada akhirnya.

Unionistas memberikan perlawanan yang cukup sengit di laga babak 32 besar Copa del Rey tersebut.

https://twitter.com/brfootball/status/1220093197675876360?s=20

Madrid sendiri sudah mencetak gol di menit ke-18 melalui si gondrong Gareth Bale yang beberapa saat kemudian ditarik keluar karena langsung cedera.

Tim tuan rumah sempat mengejutkan di awal babak kedua usai Alvaro Romero Morillo mencetak gol balasan lewat sepakan keras dan terukur.

Namun lima menit berselang, Madrid kembali membalas usai Ibrahim Diaz yang terpeleset membuat bola bergulir ke gawang hingga akhirnya Juan Mateo membuat gol bunuh diri. Aneh memang prosesnya.

Brahim Diaz akhirnya mengunci kemenangan Madrid lewat golnya di masa injury time babak kedua lewat usaha sendiri dari sisi kanan. Skor 3-1 menutup laga.

“Tadi itu adalah malam yang sulit dan kami kesulitan mengalirkan bola di atas lapangan yang kurang mendukung. Kami gembira bisa berada di babak 16 besar,” ujar Zinedine Zidane dikutip dari Detik.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here