Musim 2017/2018 ini menjadi salah satu musim paling bersejarah bagi Zinedine Zidane. Setelah membawa Real Madrid meraih gelar Liga Champions ketiga secara beruntun, ia membuat keputusan mendadak tanpa dangdut untuk mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut sontak membuat sejumlah pihak kaget dan mungkin berkata “wagelaseh”.

Beberapa jelas menyesalkan pilihan Zidane yang memilih mundur meski tak sampai jalan mundur. Namun ada juga yang mendukung pelatih berkepala plontos macam deodoran roll-on itu.

Meski dukungan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk Zidane nyaleg di Pilkada 2018, salah satu bek Real Madrid setuju dengan keputusan pemain yang pernah disundul Marco Materazzi tersebut.

Raphael Varane mengatakan bahwa keputusan Zidane untuk mundur setelah meraih tiga trofi Champions berturut-turut dirasanya tepat. Memang sih, sebab kalau mundurnya saat lampu merah bisa berabe. Bisa pada ketabrak kendaraan yang ada di belakang.

Prestasi Zidane selama menjadi pelatih Real Madrid memang dapat dikatakan luar biasa. Bukan biasa di luar. Masuk angin takutnya kalau sering di luar. Baru dua setengah musim menangani “Los Blancos”, Zidane sudah memenangi bermacam gelar.

Mulai dari Liga Champions, La Liga, sampai Piala Dunia Antarklub. Namun gelar WBO Walterweight Champion belum bisa diraihnya. Total sembilan gelar dipersembahkan oleh Zidane untuk klub yang pernah juga dibelanya sebagai pemain tersebut.

Kemudian keputusan Zidane untuk mengakhiri jabatannya tersebut menuai komentar dari Varane. Ia menilai  momentum tersebut tepat untuk semua pihak.

“Itu benar bahwa perubahan kecil bisa menjadi bagus untuk semua orang. Kita akan mencari tahu nanti apakah keputusan Zidane benar. Musim kami dapat dianggap sebagai tanda bahwa dia benar. Mungkin kita membutuhkannya, kita lihat saja,” ungkapnya dikutip dari Liputan6.

Varane sendiri tidak meragukan kapasitas Zidane untuk menjadi pelatih sebuah tim sepak bola. Kalau Zidane jadi pelatih ikan cupang tarung mungkin baru dia ragu.

Bek asal Prancis ini mencoba untuk memahami apa yang ada di kepala Zidane. Macam Professor X saja dia coba-coba untuk masuk ke pikiran orang lain.

“Jika dia mengatakannya, itu mungkin karena dia melihat sesuatu dan merasakan sesuatu. Dia adalah pelatih yang sangat sensitif terhadap sikap para pemain dan apa yang bisa kita rasakan. Jadi, jika dia mengatakan itu, itu bukan untuk apa-apa. Saya pikir ada beberapa kebenaran,” jelas pemain berusia 25 tahun ini terdengar agak sotoy.

 

Main photo: thelocal.es

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here