Pelatih Belanda, Danny Blind, harus bertanggung jawab atas keputusan sotoy-nya saat menghadapi Bulgaria di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Dia membuat sebuah keputusan berani tapi sebenarnya ‘sotoy’ yang dianggap jadi biang kekalahan “Tim Oranye” 0-2 dari si empunya rumah.

Blind yang punya anak bernama Daley kini memperkuat Manchester United (MU) itu memang berani mengambil keputusan sok strategis. Dia memasang bek ABG. Matthijs De Ligt, yang baru berusia 17 tahun, yang mungkin pada masa seusianya masih asyik naik motor bonceng tiga.

Dia diduetkan jadi bersama Bruno Martins Indi menjadi bek sentral, memegang fungsi yang sentral pula. Jelas saja, debutnya bersama timnas senior itu bikin De Ligt canggung kayak menantu baru. Apalagi, dia bukan tampil di rumah sendiri, tapi di rumahnya Bulgaria.

Keputusan itu berbuah fatal. Dua gol Spas Delev terjadi karena ketidak-cekatannya De Ligt dalam mengawal Delev. Gol pertama bek berambut pirang kayak mentega cair itu gelagapan saat menerima bola lambung terobosan dari seorang pemain Bulgaria.

De Ligt yang gelagapan kayak pengendara motor tiba-tiba kena hujan saat lagi macet itu langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Delev. Bola lambung itu luput dari sundulan De Ligt dan langsung disambar Delev.

Hasil gambar untuk danny blind bulgaria
Ini dia tampang bek ABG, Matthijs De Ligt (Source: FosterGem)

Hanya berselang beberapa menit saja, Delev kembali membobol gawang kiper Belanda yang diketahui belakangan bernama Jeroen Zoet, yang belum lama melakukan bunuh diri konyol bersama klubnya, PSV Eindhoven. Lagi-lagi karena ketidak-cekatannya De Ligt.

Gol berawal dari umpan jauh dari pemain Bulgaria entah siapa namanya. Bola tersebut kini sukses disundul oleh De Ligt. Namun, bola sapuannya tidak jauh-jauh amat perginya. Alhasil kembali jatuh ke penguasaan Bulgaria. Bola kemudian dikontrol oleh Delev lalu langsung menghujam gawang Zoet lewat tendangan setengah LDR yang cukup menggelegar.

Gol itu memang murni skill dari Delev. Namun, andai saja De Ligt cukup piawai dalam menyapu bola kemudian dengan cepat menutup ruang geraknya, Delev pasti terganggu dalam melepaskan tendangan. Dalam gol itu, De Ligt terlihat sekali masih kurang pengalaman dalam menjaga striker yang lebih senior darinya.

Keputusan ‘sotoy’ itu langsung diakui oleh Blind. Dia lantas mengganti pemain ABG labil itu dengan Wesley Hoedt saat istirahat. Namun, tertinggal dua gol di kandang orang jelas bikin usaha Arjen Robben dan kawan-kawan jadi berat. Mereka akhirnya tak sanggup, boro-boro menang, mencetak gol saja kagak.

“Saya akui kesalahan saya. Saya menyalahkan diri sendiri. De Ligt tak tepat memulai laga sebagai starter. Namun dia tetap bek bagus, ini adalah tanggung jawab saya,” ujar papi biologisnya Daley Blind itu.

Gara-gara kekalahan ini pula, Belanda kini tercecer di peringkat empat klasemen Grup A. Tertinggal enam poin dari Prancis, tiga poin dari Swedia, dan dua poin dari Bulgaria. Pertandingan memang masih tersisa banyak, tapi tentu bikin langkah Belanda jadi lebih berat buat lolos.

Main photo credit: Goal

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here