Laga sengit terjadi kala Atletico Madrid jumpa RB Leipzig di babak perempat final Champions League. Secara mengejutkan, Atletico justru kepatil oleh “yesterday afternoon child” alias anak kemarin sore tersebut dengan skor tipis 1-2.

Wajar jika dibilang anak kemarin sore. Tim bentukan minuman energi memang bisa dibilang sebagai klub yang baru memulai sejarahnya di dunia sepak bola.

Mereka baru terbentuk pada tahun 2009 silam alias kini berumur 11 tahun. Kalau anak kecil, sedang doyan-doyannya main layangan yang seumuran seperti itu.

Tapi Leipzig sendiri mencetak sejarah mereka dengan melangkah hingga babak semi final Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Lawan mereka di babak perempat final ini padahal tidak bisa dibilang kaleng-kaleng. Atletico Madrid merupakan salah klub yang kalau ikut Benteng Takeshi pasti disebut penantang tergigih.

Mereka telah menyingkirkan juara bertahan Liverpool di babak sebelumnya. Dipikir lawan Leipzig yang anak kemarin sore bakal mudah, tahunya malah kalah.

Penggemar Liverpool juga ikut-ikutan latah jadinya dan merayakan kekalahan Atletico. Berasa seperti leg ketiga mungkin bagi mereka.

Sementara Timo Werner mungkin saat ini sedang menangis di pojokan kamarnya karena sudah resmi pindah ke Chelsea.

Gol pertama Leipzig di laga itu sendiri tercipta di babak kedua lewat teamwork yang cukup mengesankan. Terjadi sekitar 18 operan di gol pertama Leipzig tersebut. Banyak sekali pencetak tombol X-nya.

Bahkan pada umpan terakhir, total ada enam pemain Leipzig di dalam kotak penalti Atletico. Ramai betul macam sedang bubaran anak sekolah. Bahkan pertahanan Atletico yang terkenal kuat pun tembus juga seperti itu.

Diego Simeone lantas menurunkan Joao Felix yang dengan cepat menjadi pembeda di lini serang Atletico. Usahanya di kotak penalti berbuah tendangan 12 pas yang mampu dieksekusinya dengan sempurna.

Sayang dua menit jelang laga usai, Leipzig mencetak broken heart goal alias gol sakit hati usai tendangan Tyler Adams berbelok dan mengecoh Jan Oblak. Hingga laga usai skor 2-1 bertahan untuk Leipzig.

Pada babak semi final, anak kemarin sore ini sudah ditunggu tim anak sultan Paris Saint-Germain.

“Saya tidak ingin bicara soal titel sama sekali. Tapi tentu saja kami ingin mencapai final,” ujar Julian Nagelsmann seperti dikutip Detik.

Sementara Diego Simeone mengakui bahwa Leipzig bermain lebih baik dari timnya. “Kami belum bisa bermain seperti yang kami inginkan. Saya menyukai Leipzig. Mereka memiliki determinasi, antusiasme, dan kesegaran yang besar,” ujarnya dkutip dari Okezone.

https://twitter.com/Sporf/status/1294016845117296642?s=19

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here