Berita yang kurang mengenakan datang dari negeri tempat mantan presiden B.J. Habibie menuntut ilmu. Seorang pemain Bayer Leverkusen yaitu Karim Bellarabi pingsan pada laga uji coba klub saat berhadapan dengan Wuppertaler pada Selasa (24/7) malam.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion am Zoo yang bukan di tengah kebun binatang, Bellarabi sempat bermain pada 45 menit babak pertama. Pada babak kedua ia kemudian ditarik oleh pelatih Heiko Herrlich.

Pertandingan pun dilanjutkan kembali seperti biasa di mana tidak ada pemain y ang menggiring bola menggunakan kepala dari gawang ke gawang. Saat menyaksikan teman-temannya melanjutkan pertandingan, Bellarabi tiba-tiba jatuh pingsan ketika laga berjalan pada menit ke-70.

Pingsannya Bellarabi bukanlah akting seperti yang sering ditunjukan olah aktor macam Neymar, apalagi aktor-aktor FTV dan acara Reality Show. Pemain berkebangsaan Jerman tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama.

“Karim Bellarabi mengalami pingsan karena kelelahan. Dia mulai pulih dan baik-baik saja, tetapi tetap dibawa ke rumah sakit demi keselamatannya,” demikian bunyi twit resmi Leverkusen dikutip dari Liputan6.

Hal serupa juga diungkapkan direktur teknik Leverkusen yaitu Rudi Voeller. Ia menyampaikan bahwa kondisi Bellarabi sudah makin membaik.

“Kesadaran Bellarabi berangsur-angsur pulih. Kami berharap tidak ada hal serius yang terjadi,” kata Voeller.

Seperti yang dilansir dari Kompas, penyebab Bellarabi pingsan adalah akibat gelombang panas. Kalau gelombang cinta yang datang mungkin ia tidak akan menjadi seperti itu. Suhu udara saat pertandingan tersebut dilaporkan mencapai 33 derajat celcius.

Lantaran cuaca yang sangat panas tersebut, pertandingan menggunakan sistem water break. Sistem tersebut memungkinkan untuk dibuatnya jeda di tengah pertandingan. Tidak lama-lama, hanya tiga menit saja. Cukup untuk menyeduh satu buah Pop Mie.

Jeda tersebut dilakukan ketika memasuki menit ke-25 tiap babak berjalan. Berdasarkan peraturan FIFA, water break dilakukan ketika suhu mencapai 32 derajat celcius. Artinya jika suhu hanya 20 derajat belum bisa untuk water break. Namun kalau suhu  sudah sampai 100 derajat celcius, sepertinya itu sudah tanda-tanda kiamat.

Kejadian yang dialami Bellarabi bisa jadi pelajaran juga bagi kita agar lebih berhati-hati saat berolahraga ketika cuaca sedang terlampau panas. Selain dipastikan akan haus dan berkeringat, gelombang panas juga bisa membuat tubuh tumbang tak berdaya.

Sebab fisik seseorang tentunya berbeda-beda. Meski begitu juga jangan jadi main ketika cuaca hujan badai dan dilakukan di tengah jalan tol pula. Selain bisa masuk angin, tidak menutup kemungkinan juga masuk ambulans karena tertabrak mobil yang lewat.

Bellarabi yang telah berusia 28 tahun telah bersama Leverkusen sejak tahun 2011 dan membuat debut bersama timnas Jerman di tahun 2014.

https://twitter.com/Guardiolato/status/1021838294018150406

Main photo: foxsports.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here