Setelah performa impresif melawan Liverpool dan Manchester City, Arsenal kini termakan strategi sendiri. Tampil di Villa Park, Arsenal kena bungkus Aston Villa dengan skor 0-1.

Padahal pekan sebelumnya mereka baru saja menunjukkan hil yang mustahal. Menang lawan Liverpool dan City. Memang di dua laga itu mereka pakai jurus bertahan total dan mengandalkan serangan balik.

Sempat patut dipertanyakan juga sebelumnya, Mikel Arteta ini muridnya Pep Guardiola atau Jose Mourinho sebenarnya. Namun menang tetaplah menang.

Tapi Arsenal ternyata juga tetap lah Arsenal. Konsisten terhadap inkonsistensi mereka.

Gara-gara terlalu sering tampil inferior macam tim papan tengah, jadi terbawa seterusnya. Ketka disuruh tampil menyerang jadi bingung justru. Sudah jago counter attack saja mereka.

Lawan Arsenal di laga ini juga dalam motivasi tinggi semangat ’45 untuk keluar dari zona degradasi.

Tim kesayangan Pangeran William itu kini merangkak perlahan ke posisi 17 dengan poin yang sama dengan Watford di peringkatke-18.

Sementara bagi Arsenal, harapan masuk Liga Malam Jumat dari tangga klasemen resmi pupus. Kini Arsenal tinggal mengandalkan FA Cup saja, asal jangan diobok-obok Chelsea lagi di final.

Maksimal mereka mentok di peringkat ketujuh atau sial-sialnya tetap berada di peringkat kesepuluh seperti sekarang.

Gol Aston Villa di laga itu sendiri dicetak oleh Mohamed Trezeguet di menit ke-27 lewat tendangan “jebreett yaampun yaampun”, denganmemanfaatkan sepak pojok.

“Villa mengerahkan segala upaya dan mungkin kami kekurangan sedikit kebugaran. Selamat untuk Villa karena mereka menempatkan kami dalam tekanan besar dan mereka berhasil memenangi pertandingan,” ungkap Areteta, seperti dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Sporf/status/1285683110152208385?s=20

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here