Manchester ‘Mpok’ City tampak mampus terkena kombek level lima. Tim asuhan Pep Guardiola yang sudah unggul 2-0, tiba-tiba di-kombek jadi 2-3 oleh tuan rumah Wolverhampton Wanderers atau biasa disapa Wolves

Ada-ada saja lagian kelakuan Mpok City ini. Bukannya mengejar ketertinggalannya dari Liverpool, malah sedekah poin. Sedekah memang bagus dan dianjurkan setiap agama, tapi baiknya dipertimbangkan juga realitanya.

Petaka City sudah datang saat Ederson dikeluarkan wasit lantaran melanggar Raul Jimenez. Ederson keluar dari sarangnya untuk menjegal Raul secara tak sengaja tapi tetap dihukum sesuai peraturan yang berlaku.

Petaka kedua datang ketika Raheem Sterling gagal mengeksekusi penalti. Penaltinya bisa ditepis dengan baik oleh tangannya Rui Patricio.

Untung saja, wasit berbaik hati. Wasit kembali melihat tayangan VAR karena ada pemain Wolves yang masuk duluan sebelum bola penalti ditendang. Alhasil penaltinya diulang.

Yang kocaknya, Sterling lagi-lagi gagal mengeksekusi penalti. Sudah dikasih untung dua kali tapi begitu adatnya. Namun untung lagi-lagi untung. Bola tepisan Patricio kembali lagi ke Sterling sehingga dia bisa menceploskan bola dengan enak.

Di babak kedua, Sterling kembali menggandakan keunggulan setelah lolos dari jebakan batman. Berhadapan satu lawan satu dengan Patricio, bola di-‘sendok’ olehnya tanpa menggunakan sendok sayur.

https://twitter.com/goal/status/1210834170621988865

Namun hanya sampai di situ keberuntungan Mpok City. Soalnya setelah ini akan berujung pada kesialan. Dimulai dari gol pertama Wolves yang dicetak Adama Traore yang menendang bola dari luar kotak penalti, mengenai tiang dulu dan masuk ke gawang. Tanpa bisa dijangkau Claudio Bravo.

Kesialan a.k.a kebodohan kedua adalah saat Benjamin Mendy melakukan kesalahan. Maksud hati membiarkan bola keluar lapangan, malah bisa direbut Traore. Padahal bola bisa saja dibuang jauh olehnya, entah apa yang merasukimu, Mendy.

Akhirnya operan Traore bisa disepak manis oleh Raul hingga mengakibatkan skor menjadi imbang 2-2.

Tak berhenti sampai di situ. Menjelang peluit akhir, bek kanan Matt Doherty yang bukan saudaranya Mat Halil atau Mamat Knalpot, menciptakan skema sederhana tapi efektif dalam sepak bola. Yakni kerja sama one-two atau ‘osore wancu’ kalau di Winning Eleven zaman PS.

City akhirnya bertekuk lutut di hadapan Wolves yang bakal main lagi hari Minggu lawan Liverpool. Kasihan banget belum sempat istirahat.

“Seluruh pemain sudah pasti terpukul, dan menyakitkan. Tapi, kami harus punya mental kuat karena dalam kurun waktu kurang dua hari, sudah ada pertandingan lain,” ucap Pep Guardiola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here