Inter Milan kembali terpelosok ke lubang kekalahan. Kali ini yang sukses mendorongnya ke lubang tersebut adalah Sampdoria lewat gol tunggal Fabio Quagliarella (baca: Kualiarela).

Pelatih Frank de Boer tak habis pikir mengapa Inter bisa kalah terus-terusan. Ini merupakan kekalahan kelima di Seri A musim ini dan harus puas menjadi penyandang status tim medioker untuk sementara.

de Boer rupanya memahami bahwa para pemain Inter ada masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan yang dimaksudkan di sini bukan kehilangan akal sehat dan menjadi gila. Tetapi mentalnya nge-down alias tak punya mental juara.

“Ini hanya masalah mental. Kami punya kualitas tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tak punya mental. Terutama di babak pertama,” ujar pelatih yang sangat lancar berbahasa Belanda itu.

Untungnya, hanya masalah lemah mental yang dialami Mauro Icardi dan kawan-kawan. Bayangkan jika mereka lemah syahwat, pasti hasilnya bisa lebih buruk lagi bahkan bisa sampai degradasi ke Seri C.

Image result for de boer sampdoria inter
De Boer kecewa terhadap mental pemainnya (fourfourtwo)

De Boer sepertinya harus membawa para pemainnya ke psikolog andal agar mental mereka bisa kembali seperti enam tahun lalu saat meraih gelar treble. Ada banyak pilihan psikolog andal di dunia, salah satunya Antonia Ratih Andjayani dari Universitas Indonesia yang kemarin turut memeriksa kepribadian Jessica Kumala Wongso.

Menurut de Boer, para pemainnya seperti tak punya karakter dalam bermain. Entah karakter apa yang dimaksud de Boer, apakah seperti karakter Stephen Strange dalam film Doctor Strange atau karakter Ginanjar dalam serial TV lawas Lika Liku Laki-Laki.

“Saya tak paham mengapa ada banyak pemain yang bermain tanpa karakter sama sekali. Saya tidak melihat tim yang percaya diri saat perebutan bola. Saya amat marah saat turun minum,” tambah pria yang tak pernah bermain di Manchester United itu.

Terancam Dipecat?

Kekalahan ini jelas menjadi ancaman bagi de Boer untuk angkat koper beserta kancut-kancutnya dari Appiano Gentile. Namun, de Boer santai saat ditanya soal kabar ini. Silakan ditanyakan kepada rumput yang bergoyang.

“Kabar tentang pemecatan saya? Tanyakan saja kepada klub. Saya hanya melakukan pekerjaan dan inilah yang saya lakukan. Saya yakin bisa mengubah tren buruk ini,” ujarnya.

Inter memang sudah meraih lima kekalahan dan hampir semuanya takluk di tangan tim papan tengah, kecuali Roma. Seperti Chievo, Cagliari, Atalanta, dan Sampdoria.

Lucunya, Inter sempat ‘pede’ bisa bangkit usai mengalahkan Torino 2-1 pekan lalu setelah mengalami tiga kekalahan beruntun. Tapi, rupanya kepedean itu terlalu dini. Nyatanya Inter kembali bertekuk lutut.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here