Juventus masih menjaga asa untuk mempertahankan gelar Scudetto untuk ke-10 kalinya usai mengalahkan Lazio. Meski memulai pertandingan dengan asal-asalan, Juve akhirnya bisa menang juga 3-1.

Juve memang tampil pincang karena banyak pemain andalannya yang absen. Bahkan sang robot Cristiano Ronaldo kecapean juga. Kebanyakan main dan tidur di ubin kayaknya.

Andrea Pirlo bahkan memainkan bek Danilo sebagai gelandang. Ini yang bikin kagok di awal-awal laga. Mereka diserang oleh Lazio dari berbagai lini. Untung saja tidak ada yang gol.

Sampai akhirnya Juve kebobolan gara-gara kebodohan sendiri. Dejan Kulusevski malah kasih operan manis kepada Joaquin Correa, yang kemudian dikonversi jadi sebuah gol bagi Lazio.

Ada-ada saja ini Kulusevski. Dia lupa kalau bikin gol ke gawang lawan itu susah. Ini malah ngadi-ngadi.

https://twitter.com/gwibdinnie/status/1368309926817316865

Tertinggal 0-1, Juve coba bangkit. Mereka coba menggunakan voucher penalti tapi tidak dikasih oleh wasit. Wesley Hoedt yang jelas-jelas melakukan handball tidak digubris. Mohon maaf, Juve, penalti handball hanya untuk Milan. Voucher Unlimited sudah diborong oleh mereka.

Untung saja Juve tidak peduli. Mereka tetap mampu mengimbangi Lazio. Di penghujung babak pertama, Adrien Rabiot menyamakan kedudukan lewat gol tak kasat mata.

Banyak yang mengira tendangannya dari sudut yang anti-mainstream itu keluar lapangan. Alias cuma menyentuh jala samping gawang. Ternyata gol. Bola masuk ke gawang dengan jelas, nyata, fakta, tanpa hoax yang mengada-ngada.

Di babak kedua, Juve berhasil membalikkan kedudukan lewat serangan balik. Federico Chiesa mampu mencuri bola kemudian melepaskan umpan terobosoan kepada Alvaro Morata yang diselesaikan dengan tajam, akurat, terpercaya.

Cuma berselang tiga menit, voucher penalti akhirnya diberikan juga. Kali ini Aaron Ramsey dijatuhkan Sergej Milinkovic-Savic yang memang jelas sekali dijatuhkan.

Tidak ada Ronaldo, Morata pun jadi. Penalti sukses dikonversi jadi gol. Skor 3-1 bertahan sampai akhir. Juve memangkas jarak sementara dengan Milan 1 poin dan Inter 7 poin.

Kami memulai dengan buruk dan kebobolan dengan backpass buruk kami, tapi kemudian ada reaksi keras dari seluruh tim, meski kehilangan begitu banyak pemain. Saya berterima kasih atas kerja keras semua pemain,” kata Pirlo, dilansir dari football Italia, dikutip dari Republika.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here