Juventus berhasil mengambil alih trek-trekan di puncak Serie A dari Inter Milan usai menjinakkan tim serigala AS Roma. Pada laga yang digelar di Stadion Olimpico, “Bianconeri” unggul dengan skor tipis 2-1.

Hasil ini membuat Juventus kini unggul dua poin meninggalkan Inter Milan yang sepertinya masih sampai di daerah Megamendung. Sementara Juventus nampaknya sudah sampai di Taman Safari. Untuk sementara capolista dipinjam oleh Juventus.

Kesuksesan merebut tahta pemuncak klasemen tak terlepas dari hasil imbang yang didapat oleh Inter Milan di malam sebelumnya.

Ada-ada saja lagian Inter. Sudah tahu sedang sengit-sengitnya, tapi malah meraih hasil imbang mereka kontra Atalanta. Belum tahu saja kalau Juventus ini biasanya meminjam puncak klasemen dan tidak pernah mengembalikan. Suka HM gitu mereka alias hak milik.

Nanti dikembalikan lagi kalau sudah musim baru mulai. Begitu terus polanya. Kalau bahasa Inggris-nya, sudah ketaker kelakuan Juventus ini.

Pada laga itu sendiri Juventus sudah berhasil unggul atas tuan rumah saat laga baru berjalan tiga menit. Sempak para pemain juga belum basah keringat kalau baru secepat itu.

https://twitter.com/brfootball/status/1216475882820440067?s=20

Merih Demiral jadi pembuka keunggulan Juventus usai menerima umpan tendangan bebas Paolo Dybala.

Belum sampai 10 menit, Juventus sudah menggandakan keunggulan. Kembali melibatkan Dybala, bola yang berhasil direbutnya di dalam kotak penalti memaksa Jordan Vertout menjatuhkan pemain asal Argentina.

Dapat penalti begini sudah pasti si abang-abangan Critiano Ronaldo yang mengeksekusi. Tendangan keras pemain yang gaya rambutnya mirip dengan Lord Bendtner dahulu kala, tak mampu dibaca Pau Lopez.

Roma langsung ngegas sepanjang sisa pertandingan. Usaha mereka akhirnya berbuah gol di menit ke-68 melalui titik putih usai Alex Sandro melakukan handball di kotak penalti. Diego Perotti sukses menuntaskan tugasanya. Sayang hingga akhir laga tidak ada gol tambahan tercipta. Juvetus memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

“Kesalahan-kesalahan bisa terjadi, yang terpenting buat saya adalah reaksi setelah itu dan saya rasa kami tampil baik. Saya bangga dengan bagaimana kami melanjutkan pertandingan,” imbuh pelatih Roma, Paulo Foncesa, seperti dikutip dari Detik.

Sementara Maurizio Sarri mengaku cukup kesal kepada timnya ketika justru mempertahankan keunggulan ketimbang mencari gol tambahan.

“Kami melakukan hal baik dalam waktu lama, jadi saya senang dengan hasilnya. Namun, kami hanya mengoper bola di daerah kami sendiri saat memimpin ketimbang mendorongnya ke depan,”.

Main photo: @brfootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here