Kejutan terjadi lagi di Piala Dunia 2018. Setelah finalis tahun lalu, Argentina, main imbang 1-1 dengan Islandia, kini giliran finalis satunya, Jerman, yang kena sandungan. Bahkan, mereka lebih parah takluk 0-1 dari Meksiko. Andai pada final 2014 Argentina yang juara, mungkin laga pertama Jerman di 2018 bisa selamat.

Jerman tampil dengan kekuatan tak jauh beda dengan starter Piala Dunia 2014, tanpa Bastian Schweinsteiger serta Philipp Lahm. Mereka juga tanpa Michael Ballack, Carsten Jancker, Jens Nowotny, dan Carsten Ramelow.

Akibatnya, Jerman tampil kurang gereget. Tak seperti goyang dribble Duo Serigala yang begitu gereget, begitu kencang.

Der Panzer” tampak main santai, saking santainya lupa kalau mereka di lapangan itu bermain bola, bukan piknik gelar tikar macam di Ragunan. Alhasil, Meksiko yang bajunya sama kayak rumput lapangan beberapa kali mengancam gawang Manuel Neuer.

Mungkin karena warna bajunya sama, jadi pemain Jerman pada kebingungan. Soalnya sering banget hilang bola atau terpotong operan-operannya. Neuer pun harus beberapa kali mengamankan gawangnya dari kebobolan akibat rapuhnya pertahanan Jerman seperti emping lebaran.

Sedangkan Jerman tak terlalu banyak serangan berarti. Cuma gitu-gitu saja sampai akhirnya gol terjadi di gawang mereka.

Sebuah serangan dari Jerman kandas di tengah jalan, semua karena orang ketiga, yakni pemain-pemain Meksiko. Serangan yang dibangun dari bawah, tapi bukan bawah tanah, dapat dicuri saat memasuki area Meksiko.

Para pemain “El Tricolore” langsung gerak cepat, memanfaatkan jurus yang biasa dipakai Jerman di Perang Dunia, Blitzkrieg. Jurus tersebut malah mereka rasakan sendiri.

Javier Hernandez yang menggiring bola di tengah lapangan tanpa soundtrack film Tsubasa melepaskan umpan terobosan kepada Hirving Lozano di sisi kiri Meksiko atau kanannya Jerman.

Lozano tak terburu-buru menyelesaikan peluang, dia malah sempat-sempatnya menggocek seorang pemain Jerman terlebih dahulu, sebelum di-jebret ke gawang Neuer. Rada kurang ajar, juara bertahan dibikin gol begitu.

Segenap warga Meksiko langsung bersorak kegirangan. Bumi Meksiko bergetar kencang, kalau nontonnya di lantai dua bisa-bisa rubuh sampai ke badan-badan. Kapan lagi bisa bikin gol ke gawang Jerman. Hal yang jarang terjadi macam tukang toge goreng lewat depan rumah.

Jermah sedikit bereaksi usai kebobolan. Tendangan bebas Toni Kroos lumayan bikin deg-degan. Beruntung Meksiko masih punya kiper bergaya 80-an, Guillermo Ochoa. Lompatannya mampu menepis tendangan tersebut lalu mengenai tiang gawang.

Di babak kedua, Jerman juga tak lantas ngegas. Memang mengikuti prinsip panser yang lambat panas. Masalahnya sudah ditunggu sampai pertengahan babak kedua tetap tak panas-panas. Padahal kompor sudah maksimal, kata-kata cacian mulai dikeluarkan biar kuping makin panas.

Nyatanya para pemain Jerman tetap kebal. Mereka masih bermain santai, atau mungkin sok santai padahal dalam hatinya panik juga. Pergantian yang dilakukan tak banyak mengubah keadaan. Cuma habis-habiskan kuota saja.

Di akhir-akhir laga, Neuer bahkan sampai lupa posisinya sebagai kiper. Dia ikutan menyerang, tapi tetap tak membuahkan apa-apa. Meski rada bingung juga yang dimaksud “apa-apa” itu apa.

https://twitter.com/90min_Football/status/1008398237022158848

Jerman akhirnya harus menelan dan mengakui kekalahannya di laga pertama Piala Dunia 2018. Status juara bertahan dan kutukannya masih menyelimuti. Memang sejak beberapa edisi Piala Dunia terakhir, beberapa juara bertahan banyak yang memble di Piala Dunia berikutnya. Rata-rata tidak lolos grup.

Ini juga kekalahan pertama Jerman di laga pertama setelah 1982. Saat itu mereka keok dari Aljazair 1-2. Biasanya, tim yang identik dengan warna putih-hitam macam seragam katering itu lemah di partai kedua. Tapi sekarang ada kemajuan, lemahnya di partai pertama.

Pelatih Joachim Loew mengaku ngeri-ngeri sedap dengan hasil ini. Pasalnya, kemenangan di dua laga selanjutnya jadi harga mati. Namun, lawan berikutnya yakni Swedia juga tak bisa dianggap enteng. Kalau bisa dianggap enteng, pasti sudah diangkat dari dulu.

“Semua pasti kecewa. Kami harus menang di laga berikutnya, tak perlu dikatakan lagi. Kami juga berada di bawah tekanan lawan Swedia,” kata Loew yang tumben hari itu tak tertangkap kamera sedang menggaruk.

https://twitter.com/FootyYapper/status/1008405354072498177

Sementara pelatih Meksiko, Juan Carlos Osorio, langsung membeberkan strategi kemenangan timnya. Strateginya adalah Meksiko harus mencetak gol lebih banyak dari Jerman. Jika begitu jawabannya, mending dicolok saja matanya.

Meksiko memang menampilkan permainan yang sangat rapi. Kalah itu taplak meja wali kelas. Selain rapi, Osorio memilih pemain yang cepat, yang speed-nya 90-an buat melakukan serangan balik.

“Kami selalu berpikir untuk memainkan dua pemain cepat di sayap. Kami memilih Lozano pemain tercepat kami. Kami pun bisa bertahan dengan pintar dan menghajar mereka lewat serangan balik. Kami juga sempat berlatih memainkan empat gelandang dan tiga striker, seperti itulah kami nyaris mendapatkan gol kedua,” katanya.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here