Lawatan Inter Milan ke Camp Nou tidak berakhir dengan baik. Bertemu Barcelona pada laga matchday kedua Champions League, “Nerazzurri” harus takluk dengan skor 1-2 dari tuan rumah.

Nasib Inter ini bisa dibilang kurang beruntung atau lebih tepatnya sial. Bagaimana tidak, selama dua musim setelah kombek ke Champions, mereka berada dalam satu grup dengan Barcelona.

Bahkan bukan hanya Barcelona, tapi sejak musim lalu Inter berada dalam grup yang bisa disebut sebagai grup ner666ka. Musim lalu Inter dan Barcelona bersama Tottenham Hotspur dan PSV. Musim ini Inter dan Barcelona bersama Slavia Praha dan Borussia Dortmund.

Bisa diingat pada musim lalu ketika mereka batal lolos dengan kocak setelah kalah agresivitas gol tandang dengan Tottenham Hotspur. Padahal poin dan selisih gol kedua tim sama.

Kini hawa-hawa panasnya grup neraka perlahan mulai membakar Inter. Setelah imbang melawan Praha di laga pembuka, kini Inter ditaklukan oleh Barcelona. Ini jadi kekalahan pertama Inter di bawah Antonio Conte di semua kompetisi musim ini.

Kekalahan tersebut membuat Inter kini berada di ketiga hanya dengan satu poin saja. Tapi hanya untuk sementara saja. Kalau di sisa pertandingan, Inter bisa menang terus dengan skor di atas 5-0 mungkin mereka bakal bisa lolos.

Inter kini berada di peringkat empat di bawah Slavia Praha dengan poin yang sama yaitu satu. Sementara Barcelona menguntit Dortmund di peringkat pertama dengan modal empat poin.

Tim tamu sebenarnya sempat memimpin terlebih dahulu melalui Lautaro Martinez saat laga baru berusia dua menit. Mendapat terobosan dari Alexis Sanchez, Lautaro membuat suporter Inter yang datang ke Camp Nou kegirangan macam sedang pergi ke Dufan.

Tendangan datarnya ke ujung gawang tak mampu dihalau Marc Andre Ter Stegen. Kedua tim saling bertukar serangan sepanjang babak pertama. Performa yang ditunjukan Inter juga ternyata sangat bagus. Sayang tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 0-1 untuk Inter.

Pada menit ke-58 Barcelona akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan akrobatik Luis Suarez. Mendapat bola lambung dari Arturo Vidal di depan kotak penalti, Suarez melepaskan tendangan first time sambil terjatuh.

Satu hal yang jadi pembeda akhirnya adalah sang cyborg milik Barcelona, Lionel Messi. Enam menit jelang laga usai, Messi menunjukan ke-Messi-annya setelah menggiring bola dari tengah lapangan hingga depan kotak penalti. Operan Messi ke Suarez berhasil dituntaskan menjadi gol. Skor 2-1 akhirnya bertahan hingga menit akhir.

“Kami membuat Barcelona dalam tekanan serius untuk waktu yang lama di markas mereka sendiri. Tapi setelah turun minum, mereka menaikkan tempo dan faktor kelelahan mulai menghinggapi beberapa pemain kami,” komentar Conte dikutip dari Detik.

Ernesto Valverde juga mengatakan bahwa perubahan strategi Barcelona di babak kedua membuat mereka mampu memenangkan laga.

“Kami bertarung di babak kedua dan mencetak gol-gol penting. Kami membuat perubahan-perubahan, menaikkan tempo dan hal itu menciptakan sebuah perubahan besar pada permainan,” tutur dia.

Main photo: @squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here