Tottenham Hotspur untuk sementara memuncaki klasemen Liga Primer usai mengalahkan Manchester City 2-0. Kejadian ini merupakan kejadian yang rare atau jarang-jarang terjadi. Mungkin sekali seumur hidup macam komet Halley.

Meski demikian, kepemimpinan Spurs ini hanya bersifat sementara. Soalnya Leicester City belum memainkan laga. Kalau Leicester menang, sudah pasti Spurs memberikan jalan lagi buat Leicester di puncak tertinggi.

Spurs yang menjamu City mampu mengembalikan status City ke zaman 15 tahun yang lalu, yakni tim medioker. Zaman di mana City belum mengenal uang. Mungkin baru mengenal perunggu, dagang pakai sistem barter. Tinggalnya pun nomaden.

Jika Spurs mampu memuncaki klasemen yang jarang terjadi itu, City berada di posisi ke-11, atau berada di “peringkat pertama” klasemen wilayah selatan.

Pada jalannya laga, Spurs sudah unggul dalam waktu lima menit lewat gol Son Heung Min. Son menerima umpan enak banget dari pemain bernama santuy, Tanguy Ndombele. Namanya ‘santuy’ banget, enak buat diajak nongkrong.

Son yang menerima umpan rendang begitu, langsung menyelesaikannya dengan lemah lembut. Tendangannya tidak perlu keras-keras, yang penting masuk. Bisa nutmeg Ederson pula. Besok-besok Ederson mesti main pakai rok kebaya biar enggak dikolongin.

City sempat membalasnya lewat gol Aymeric Laporte. Cuma sayang golnya dianulir VAR. Gara-gara Gabriel Jesus sebelumnya main bola pakai tangan.

Ada-ada saja, kontrol bola bukannya pakai dada atau kaki, tapi tangan ikut main juga. Akibatnya enggak disahkan oleh wasit dan VAR.

Di babak kedua, Spurs mencetak gol lagi dan City kebobolan lagi. Lewat sebuah serangan balik, Harry Kane melihat celah di sebelah kiri pertahanan City dan memberikan umpan kepada Giovani Lo Celso. Pemain yang bisa dibuatkan jokes garing, “Lo Celso, kalau gua siapa?” Krik.

Skor 2-0 sudah cukup bagi Spurs untuk memuncaki klasemen sementara ini. Entah kapan terakhir kali mereka berada di puncak klasemen.

Jangan-jangan fans Spurs berharap negara Corona kembali menyerang supaya liga bisa segera dihentikan saja saat ini juga. Biar kayak Ligue 1 musim lalu. Otomatis juara.

Semoga saja fans Spurs tidak berpikir dan berharap yang aneh-aneh kayak gitu. Bagaimanapun Corona ini sudah bikin susah. Jangan ditambah susah.

Pelatih Jose Mourinho pun ogah membicarakan peluang juara. Main saja dulu yang bagus, menang, baru lah mikir juara.

“Bagus rasanya berada di puncak klasemen. Namun, mungkin besok kami ada di peringkat dua lagi. Sejujurnya, itu bukan masalah. Saya pribadi senang dengan evolusi tim ini,” terang Jose Mourinho selepas laga, dikutip dari BBC, yang di-copas dari Okezone.

“Orang-orang tidak bisa berharap untuk datang ke sini dan setelah satu musim, kami berjuang meraih gelar juara. Kami tidak berjuang untuk meraih gelar juara. Kami hanya berusaha bertarung dari satu laga ke laga lainnya,” imbuh The Special One.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here