Persaingan di puncak klasemen La Liga musim 2019/2020 ini terasa sangat sengit. Real Madrid yang sukses melakukan kudeta usai laga “El Clasico”, hanya bertahan sepekan saja di posisi puncak klasemen. Kekalahan dari 1-2 dari Real Betis membuat Madrid turun ke posisi kedua.

Jalur puncak La Liga memang padat merayap macam Puncak saat liburan anak sekolah. Plat kendaraan tiba-tiba jadi B semua.

Begitu juga dengan Madrid dan Barcelona saling susul-menyusul memperebutkan peringkat satu.

Pekan lalu, Madrid sempat berada di atas angin usai menang di laga besar kontra Barca. Tapi ternyata Barcelona ini punya agen ganda yang dikirim untuk menjadi penentu di laga kontra Betis.

Madrid pun hanya sepekan saja menginap dan merasakan hawa-hawa dingin di puncak klasemen.

Bertandang ke markas Betis, mereka malah kalah. Padahal bisa dibilang ini merupakan laga bonus. Bukan melawan tim kuat soalnya. Kalau lawannya tim Shaolin Soccer baru wajar kalah.

https://twitter.com/yeboah_kvngJnr/status/1236777412383424519?s=20

Pada laga yang digelar di Estadio Benito Villa Marin, bahkan Madrid tertinggal terlebih dahulu lewat gol Sidnei di menit ke-40 memanfaatkan kemelut yang terjadi.

Berawal dari Sergio Ramos yang gagal menyapu bola, ia kemudian tertabrak oleh salah seorang pemain Betis. Meski ada tabrakan, tidak ada warga yang langsung menepi dan menonton.

Bola liar justri langsung disambar Sidnei dari sudut sempit ke ujung gawang Thibaut Courtois yang berakhir menjadi gol.

Namun Sidnei pula yang justru membuat pelanggaran di akhir babak pertama sehingga menghasilkan penalti. Eksekusi Karim Benzema membuat skor jadi imbang 1-1.

Delapan menit jelang laga usai, Madrid justru kebobolan oleh ulah agen ganda Barca. Kesalahan operan Benzema membuat Nabil Fekir memotong bola dan memberikannya kepada Cristian Tello, mantan pemain Barca.

Menggiring bola sampai depan kotak penalti, Tello mengakhirinya aksinya dengan sebuah gol yang sekaligus mengunci kemenangan Betis dengan skor 2-1.

“Permainan yang buruk dari kami. Kami tidak bagus di babak pertama maupun kedua. Banyak kesalahan, kami sering kehilangan bola. Ketika Anda tidak di level yang tepat, semuanya sulit,” keluh Zidane seperti dikutip dari Detik.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here