Pertandingan uji coba dalam rangka pertemanan dilakoni Prancis dan Spanyol di Stadion Stade de France. Tim Matador Spanyol sukses memenangkan laga pertemanan tersebut dengan skor cukup nyaman, 2-0. Ada dua keputusan keren dari wasit Felix Zwayer dalam laga ini.

Bertindak sebagai tuan rumah tentu saja tugasnya menjamu sang tamu. Niatnya dari awal sudah jelek, ingin mempermalukan sang tamu di rumah sendiri. Sebaliknya, malah mereka yang dipermalukan.

Meski sempat dilanda serangan tujuh hari enam malam, Prancis masih sulit membobol gawang David de Gea. Sampai tiba di babak kedua, “Les Bleus” akhirnya sukses mencetak gol lebih dulu lewat tandukan Antoine Griezmann yang sedang bersahaja belakangan ini.

Namun sayang, ternyata golnya cuma PHP. Meski sempat disahkan oleh wasit Zwayer, para pemain Prancis pun juga sudah berselebrasi, skor di televisi pun juga sudah berubah, mendadak Zwayer membatalkan gol tersebut.

Pasalnya, Layvin Kurzawa yang memberikan umpan sundulan kepada Griezmann ternyata berada dalam posisi offside. Dalam tayangan ulang dan lambat, bahkan dari Indonesia juga terlihat jelas kalau Kurzawa posisinya memang betul-betul offside.

Keputusan ini patut diacungi jempol meski awalnya bikin kesal para pendukung Prancis. Sudah teriak gol tapi ternyata offside. Rasanya sama seperti pacaran dengan cewek, belakangan baru diketahui ternyata seorang cowok, alias waria. Celaka dua belas.

Spanyol malah akhirnya mencetak gol setelah seorang pemainnya dijatuhkan oleh seorang pemain Prancis. David Silva yang mendapat amanah tak sia-sia melewatkan peluang emas bertabur tahta kerajaan itu.

Sebaliknya, hal yang mirip juga terjadi di kubu Spanyol sembilan menit kemudian. Kerja sama apik antara warga negara Spanyol itu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Jordi Alba untuk memberikan umpan membelah angin kepada Gerard Deulofeu.

Wasit pinggir kemudian mengangkat bendera pertanda offside. Tendangan bebas siap diambil kiper Hugo Lloris.

Namun, Zwayer sepertinya ragu-ragu, yakin kalau gol tersebut tidak offside. Setelah rada lama berkomunikasi via mikrofon yang ada di mulut, bak penyanyi-penyanyi band asal Korea, dia akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Sontak, keputusan yang sudah kedua kalinya berubah tersebut jadi tanda tanya. Apalagi, Prancis yang jadi korban PHP-nya sampai dua kali begitu.

Tetapi lagi-lagi, tayangan ulang dan lambat jadi bukti kuat untuk mendukung keputusan wasit. Terlihat bahwa Deulofeu posisinya sejajar dengan pemain terakhir dari Prancis saat dilepaskan umpan dari Alba tanpa Jessica itu.

Keputusan tersebut patut diacungi empat jempol ditambah dua jempol kaki. Pasalnya, kejadian itu sangat cepat, hanya dalam sepersekian detik, tapi ternyata wasit punya feeling yang kuat banget.

https://twitter.com/ActualFutbol/status/846895269002145798

Rupanya, bukan soal feeling kuat atau bukan. Teknologi bernama Video Assitant Referee (VAR) lah yang punya andil dalam keputusan tersebut. Wasit asal Jerman itu meminta bantuan dari tim VAR untuk melihat tayangan ulang.

Hasilnya cukup memukau, padahal laga itu bukan cuma jadi uji coba kedua tim, tapi juga uji coba teknologi VAR dalam beberapa laga uji coba FIFA.

Penerapan teknologi tersebut juga dipuji pelatih Prancis, Didier Deschamps, meski dalam hatinya pasti kecewa karena di-PHP dua kali.

“Jika memang terverifikasi dan adil, kenapa tidak kita menggunakan VAR? Ini jadi perubahan dalam sepak bola kami. Memang merugikan kami hari ini, tapi kami harus menerimanya karena tanpa itu, hasilnya akan beda. Ini sebuah kemajuan dalam sepak bola,” kata pelatih yang rambutnya putih semua itu.

Mantap, semoga teknologi ini bisa diteruskan agar tidak ada lagi keramaian warga di sekitar wasit saat terjadi kontroversi.

Main photo credit: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here