Ada yang menarik dalam laga Arsenal melawan Manchester City yang berakhir sama kuat 2-2. Seorang pemain City jadi korban, bukan korban tabrak lari apalagi korban pelecehan, melainkan korban eksperimen pelatihnya sendiri.

Pep Guardiola memang pelatih yang sesukanya sendiri. Dia kerap memberikan posisi baru kepada pemain, ya suka-suka dia saja. Pada laga melawan Arsenal kemarin, giliran Jesus Navas yang merasakan akibatnya.

Pemain asal Spanyol itu dijadikan bek kanan dengan sukses. Hal itu dilakukan Pep karena tak punya pilihan lain. Sejatinya yang jadi bek kanan adalah Bacary Sagna dan Pablo Zabaleta.

Namun Sagna yang punya wajah ganteng moderat itu cedera. Sedangkan Zabaleta katanya tak siap main. Alhasil, Navas jadi korbannya.

“Saya memainkan Navas jadi pemain belakang karena Sagna sedang cedera dan Zabaleta tidak dalam kondisi siap. Tapi Navas selalu mendapat yang terbaik karena dia adalah pemain yang hebat. Saya senang dengan penampilannya,” kata Pep.

Penampilan Navas memang terbilang lumayan, daripada lu manyun. Meski terbiasa jadi penyerang sayap, dia masih punya insting bertahan yang boleh juga.

Pemain yang seumuran dengan penyanyi Andien dan aktor Ario Bayu itu melakukan delapan tekel, empat intersep, dan sekali sapuan. Dia juga lumayan mengawal ketat pergerakan Alexis Sanchez.

Hasil gambar untuk jesus navas right back arsenal
Salah satu aksi Navas yang jarang dilakukannya selama jadi penyerang sayap. (Source: Manchester City)

“Saya ingin ucapkan selamat kepada Navas karena telah bermain dengan baik melawan salah satu striker terbaik di dunia, Alexis Sanchez,” tambah Pep, dikutip dari Juara.

Guardiola memang suka cari-cari kelinci percobaan dalam laboratoriumnya. Dia lah yang berperan menggeser Javier Mascherano dari gelandang bertahan jadi bek tengah. Akhirnya bertahan sampai sekarang.

Di Bayern Muenchen, Pep pernah juga menjadikan Philipp Lahm sebagai gelandang bertahan serta Joshua Kimmich dari gelandang menjadi bek tengah dan bek kanan.

Hasil iseng-iseng percobaan itu pun jarang berbuah busuk. Rata-rata cukup manis dan enak dipetik kayak pohon jambu tetangga sebelah.

Sayang, sampai saat ini Pep belum pernah mencoba Claudio Bravo jadi striker atau menggeser Aguero jadi kiper. Siapa tahu saja berbuah manis juga.

Yang pasti, hasil percobaan itu bukan sekadar iseng-iseng belaka. Tapi juga ada alasannya, yakni karena terpaksa karena pemainnya pada cedera. Namun, hal yang awalnya terpaksa lama-lama jadi bisa, kemudian terbiasa, lalu jadi budaya.

Dalam laga itu sendiri, Arsenal dan City sama-sama tak mau mengalah. Mereka berbagai angka, biar adil katanya.

City unggul lebih dulu lewat pemain kribo bernama Leroy Sane sebelum disamakan Theo Walcott. “The Citizens” unggul kembali lewat Sergio Aguero, tapi entah kenapa Arsenal juga ikut-ikutan mencetak gol lewat Skhodran Mustafi.

Main photo credit: Uzomedia.wordpress

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here