Tim nasional Belanda yang salah satu calon pemenang Euro kali ini, harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat. Mereka tersingkir setelah dipermalukan Republik Ceko dengan skor 0-2. Kasihan sekali.

Belanda yang tampil cukup bagus di penyisihan grup, rupanya tidak lagi bagus di fase gugur. Menghadapi Ceko, mereka sama sekali tidak ada geregetnya.

Tak ada satu tendangan ke gawang pun dilakukan Memphis Depay dan kawan-kawan. Di awal babak kedua, bahkan Donyel Malen yang sudah sendirian berhadapan dengan kiper Ceko, urung menembak. Malah mau gaya-gayaan menggocek yang kemudian gagal.

Sebaliknya, Ceko menyerang lebih efektif. Beruntung saja ada bek bernama Matthijs De Ligt yang berulang kali berjibaku menghalangi lawannya mencetak gol.

Hanya sayang, kekuatan De Ligt cuma ada di babak pertama saja. Di babak kedua, terjadi kebodohan sederhana yang dilakukan De Ligt.

Dia terpeleset saat mengantisipasi bola lambung sehingga bola diserobot Patrik Schick. Namun, De Ligt kemudian menjatuhkan diri sambil menahan laju bola dengan tangannya.

De Ligt lupa, dia sedang bermain bola bukan sedang mengepel lantai. Bisa-bisanya berpikir untuk melakukan gerakan mengepel lantai seperti itu.

Awalnya, wasit hanya kasih kartu kuning. Namun setelah diprotes pemain Ceko, wasit lalu mengecek VAR dan menilai posisi handball De Ligt berpotensi menjadi gol.

Padahal, andai saja De Ligt cukup terjatuh tanpa menggeser bola dengan tangannya mungkin bisa saja wasit memberikan pelanggaran terhadap Schick. Soalnya, memang terlihat ada dorongan kecil dari Schick yang berada di belakangnya.

Tapi yah, namanya juga bek masih seumur jagung. Belum ada pengalaman main di kompetisi gede macam Euro. Kurang cerdas dikit.

Gara-gara kartu merah tersebut, Belanda tampil pincang. Sudah dari awal mainnya jelek, kini main lebih jelek. Mental mereka makin ambruk setelah Tomas Holes menyundul bola tanpa melompat usai menerima umpan dari Tomas Kalas.

Sekitar 10 menit menjelang bubaran, Schick kemudian menggandakan keunggulan setelah aksi lari sendiri alias solo run dari Holes diselesaikan dengan baik olehnya.

Belanda pun kalah. Hanya gara-gara rusak se-De Ligt, kemudian rusak susu se-Belanda. Bukan cuma se-Belanda saja, tapi juga merusak semua harapan dan formasi andalan pemain Fantasy League. Apalagi yang sudah memasang Memphis Depay, Gini Wijnaldum, dan Denzel Dumfries. Kasihan deh.

SHARE
Previous articleItalia Hampir Kena, Bersyukur Bisa Bernafas Lega
Next articleBelgia Menang Hoki, Ronaldo Pun Iri
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here