Jenjang karier merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pekerjaan. Apakah di perusahaan tersebut menjanjikan jenjang karier yang tinggi atau tidak. Jangan sampai kita stuck hanya sebagai pegawai kelas rendahan saja.

Rupanya hal itu juga dialami Harry Kane. Kane bukan orang Indonesia dan tak ada hubungannya dengan negara berpenduduk 250 juta jiwa itu. Tapi, prinsip tersebut juga berlaku baginya di Tottenham Hotspur.

Striker berusia 23 tahun itu memang baru meniti kariernya di Liga Primer setelah lulus dari akademi pemain muda Tottenham dengan nilai lumayan. Kane menilai tidak ada alasan baginya untuk pergi dari White Hart Lane. Pasalnya, Tottenham punya masa depan yang cerah bagi kariernya.

Memang karier individunya sebagai striker paling mentok jadi pencetak gol terbanyak dan penyerang utama tim nasional Inggris. Tidak mungkin kariernya akan lanjut jadi pemimpin cabang hingga pemimpin wilayah layaknya bank-bank di Indonesia.

“Akan jadi bodoh jika pergi sekarang. Kami punya salah satu pelatih terbaik di dunia dan segera akan ada stadion baru. Jadi, ini masa depan yang menjanjikan,” ujarnya, percaya diri, dikutip dari Liputan6.

Tottenham memang nyaris juara musim lalu. Pada saat bisa mengalahkan tim yang langganan lima besar macam Arsenal, Chelsea, Manchester City, Manchester United, dan Liverpool, mereka justru disalip oleh Leicester yang entah gimana bisa jadi juara.

Kane pun seperti ruh penasaran dengan gelar tersebut meski tak sampai mengganggu pemain-pemain lainnya yang masih hidup. Menurutnya, “The Lilywhites” tinggal menunggu waktu saja dapat memenangkan trofi. Yang jelas bukan trofi Piala AFF atau Liga Torabika Super Championship.

“Saya akan terkejut apabila ada rekan-rekan yang pergi sekarang. Saya yakin sesuatu terjadi di sini dan kami hanya kekurangan langkah terakhir, yakni memenangkan trofi,” sambung pemain berambut klimis itu.

Kane yang sok-sokan memakai nomor punggung 10 itu juga menyoroti banyaknya pemain Eropa yang hijrah ke Cina. Namun, dia mengaku tetap setia dengan Tottenham dan tak termakan dengan bujuk rayu uang dari negara yang punya tembok besar itu.

“Anda harus memilih apakah akan mengambil uang atau mengikuti ambisi Anda sendiri, bermain di liga terbaik di dunia dan memenangkan gelar,” tutup Kane.

Kane musim ini sudah mencetak 13 gol dan 3 assist dari 17 laga di Liga Primer. Salah satu striker yang cukup subur dan menghibur pecinta liga yang katanya terbaik di dunia itu, padahal bukan.

Main photo credit: EveningStandard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here